Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - ABU DHABI. Grup telekomunikasi Uni Emirat Arab (UEA), E&, memutuskan melepas seluruh kepemilikannya di perusahaan telekomunikasi Inggris, Vodafone, dalam transaksi senilai US$ 5,95 miliar. Langkah ini menandai berakhirnya investasi E& di Vodafone setelah perusahaan meninjau kembali portofolio bisnis internasionalnya.
Dalam keterangan resminya pada Jumat (10/7) yang dilansir Reuters, E& menyebut saham tersebut akan dijual kepada kendaraan investasi milik keluarga miliarder Prancis, Xavier Niel, pendiri dan pemilik perusahaan telekomunikasi Iliad.
Harga transaksi ditetapkan sebesar 112,5 pence per saham, sekitar 15% lebih tinggi dibandingkan harga penutupan terakhir Vodafone di level 97,76 pence. E& memperkirakan transaksi ini akan memberikan tambahan kas bersih sekitar US$ 1,3 miliar.
Perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi itu menjelaskan, pelepasan investasi merupakan bagian dari strategi untuk mempertajam fokus pada bisnis inti sekaligus membuka nilai dari aset yang dimiliki.
Baca Juga: Vodafone Bidik UMKM dengan AI dan Keamanan Siber
Proses penjualan akan dilakukan melalui transaksi blok di luar bursa (off-market block trades) kepada tiga lembaga keuangan. Saham tersebut akan ditahan sementara hingga seluruh persyaratan regulasi yang diperlukan oleh pihak pembeli selesai dipenuhi.
Seiring dengan transaksi tersebut, E& juga memastikan tidak lagi berupaya memengaruhi arah kebijakan Vodafone. Perusahaan menyatakan wakilnya di dewan direksi Vodafone telah mengundurkan diri dari jabatan sebagai direktur non-eksekutif.
Hingga berita ini ditulis, Vodafone belum memberikan tanggapan resmi terkait penjualan saham tersebut. Sementara itu, Iliad Group juga belum merespons permintaan komentar dari Reuters.
Baca Juga: Bayer Raih Dana US$ 3,43 Miliar, Lepas Sebagian Bisnis Kontrasepsi














