kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Efek Konflik Laut Merah Industri Bahan Kimia Jerman Kekurangan Bahan Baku


Senin, 22 Januari 2024 / 23:45 WIB
ILUSTRASI. Laut Merah


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Sektor bahan kimia di Jerman mulai merasakan dampak tertundanya pengiriman melalui Laut Merah. Gangguan rantai pasok ini memaksa beberapa perusahaan membatasi produksi.

Sektor bahan kimia, yang merupakan industri terbesar ketiga di Jerman, sangat bergantung pada Asia. "Departemen pengadaan saat ini bekerja tiga kali lebih keras untuk mendapatkan bahan baku," kata Martina Nighswonger, pemilik dan CEO Gechem GmbH & Co KG, seperti dikutip Reuters, kemarin. 

Baca Juga: Sektor Transportasi dan Logistik Berpotensi Naik, Saham-saham Berikut Layak Dilirik

Akibat penundaan tersebut, Gechem menurunkan produksi mesin pencuci piring dan tablet toilet. Perusahaan ini juga berencana mengurangi jam kerja karena keterbatasan bahan baku. 

Gechem mengaku kesulitan memperoleh pasokan trinatrium sitrat, asam sulfamat dan asam sitrat. Perusahaan ini menilai dampak penurunan produksi akan terasa di paruh pertama 2024. Produsen besar Jerman lain yang ikut terkena dampak konflik Laut Merah antara lain Evonik. 
 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×