kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

EIA ramal cadagan minyak AS bertambah, harga minyak bakal meredam


Rabu, 24 April 2019 / 11:06 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Di tengah perseteruan yang masih akan terjadi antara Amarika Serikat (AS) dan Iran, hari ini pergerakan harga minyak akan melihat rilis data persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) pukul 21.30 WIB.

Mengutip Bloomberg, pukul 10.40 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2019 berada di level US$ 65,93 per barel. Angka ini terkoreksi 0,56% dari harga sebelumnya US$ 66,30 per barel.

Analis Monex Investindo Futures, Dini Nurhadi Yasyi menilai penguatan harga minyak berpotensi terbatas bila AS masih menunjukan peningkatan produksi dengan melihat jumlah persediaannya selama sepekan ke belakang.

Diestimasikan persediaan minyak akan bertambah 0,9 juta barel dalam sepekan. International Energy Agenci (IEA) juga berekspektasi bahwa persediaan minyak di AS akan mencapai 1,6 juta barel sepanjang tahun ini.

Namun, AS yang masih menggencarkan untuk membatasi impor minyak yang diumumkan kemarin menjadi katalis penguatan harga minyak. Tidak hanya itu, pemerintah Donald Trump juga memberikan ancaman akan turut memberlakukan sanksi kepada negara-negara yang masih akan mengimpor minyak dari Iran.

Setelah membentuk level tertinggi tahun 2019, harga minyak terkoreksi di awal perdagangan hari ini. Dini dalam analisisnya pada Rabu (24/4) mengatakan untuk peluang penguatan harga minyak akan menguji dulu resistance terdekat di lebel US$ 66,50 per barel. Sebaliknya jika rilis data EIA menjadi sentimen negatif, support terdekat di level US$ 65,40 per barel.

Ia meramal pada perdagangan selanjutnya harga minyak akan berkutat di level support antara US$ 65,40, US$ 64,80, dan US$ 64,40 per barel. Sementara level resistance antara US$ 66,50, US$ 67,00, dan US$ 67,50 per barel.




TERBARU

[X]
×