CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ekonom: Yunani akan keluar dari Uni Eropa


Sabtu, 28 Januari 2012 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,9/2-PEMBERLAKUAN PPKM MIKRO. Warga melints di pemukiman yang telah terpasang spanduk kawasan Zona Merah di Paseban, Jakarta, Selasa (9/2/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

DAVOS. Keutuhan Uni Eropa berada di ujung tanduk. Ekonom Nouriel Roubini memperkirakan, Yunani bakal keluar dari Uni Eropa dalam tempo 12 bulan ke depan.

Pendiri Roubini Global Economics LLC ini mengatakan, Uni Eropa seperti kecelakaan kereta gerak lamban. Dia mengatakan, anggota-anggota Uni Eropa akan bangkrut. "Tidak semua negara bisa bertahan di zona Eropa," katanya, Sabtu (28/1).

Selain Yunani, Roubini memperkirakan, Portugal juga akan meninggalkan Uni Eropa. Namun, dia memperkirakan, Portugal akan meninggalkan Uni Eropa lebih lama dari Yunani. "Ada kemungkinan 50% Uni Eropa akan pecah dalam tiga hingga lima tahun ke depan," katanya.




TERBARU

[X]
×