Sumber: BBC,Reuters | Editor: Hendra Gunawan
WASHINGTON. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh sebesar 3,9% pada kuartal III 2014. Angka ini lebih tinggi ketimbang perkiraan Biro Analisis Ekonomi yang meramalkan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 3,5% di kuartal ketiga tahun ini.
Data-data ekonomi AS di kuartal ketiga 2014 melanjutkan penguatan ekonomi di kuartal kedua. Hal ini menandakan AS mengalami penguatan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Belanja konsumen merupakan pendorong terbesar yang memicu pertumbuhan ekonomi.
Dalam perhitungan awal, belanja konsumen AS diperkirakan tumbuh 1,8%. Namun, menurut proyeksi terbaru, belanja konsumen AS tumbuh sekitar 2,2%. Belanja konsumen ini diawasi ketat karena menyumbang 70% dari produk domestik bruto (PDB) AS.
"Pertanyaan apakah ekonomi dipercepat atau akan dipercepat bukan lagi pertanyaan. Kita dapat mengatakan agak pasti bahwa ekonomi telah dipercepat," ujar Dan Greenhaus, Chief Strategist di BTIG mengutip BBC.
Selain belanja konsumen, momentum lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi AS adalah data manufaktur dan lapangan pekerjaan AS yang meningkat. Pertumbuhan upah dan gaji di AS juga telah direvisi pada kuartal kedua dan ketiga 2014. Para ekonom menilai, hal tersebut membawa PDB yang berbasis pada upah dan gaji sejalan dengan angka pendapatan.
Data penting lain, pengeluaran bisnis pada peralatan melonjak 10,7% dari sebelumnya 7,2%. Sementara, pertumbuhan ekspor tidak secepat dari laporan sebelumnya. Sehingga perdagangan hanya berkontribusi 0,78% terhadap pertumbuhan PDB AS bukan sebesar 1,32% seperti yang diharapkan.
Sementara itu, sebuah survei terpisah menunjukkan harga rumah AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan September 2014. Indeks Shiller S&P melonjak 4,9% secara year on year. Indeks lainnya yang mengukur harga rumah keluarga tunggal di 20 kota menunjukkan adanya lonjakan 0,3%.
"Dengan ekonomi yang tampak lebih baik dari tahun lalu, prospek perumahan di 2015 akan sedikit lebih baik," ujar David Blitzer, Ketua Komite Indeks S&P Dow Jones.
Kenaikan suku bunga
Paul Dales, ekonom Capital Economics mengatakan, pertumbuhan PDB yang kuat akan memicu harapan bahwa The Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga pada Maret tahun depan. "Kebanyakan orang mengharapkan pertumbuhan akan turun sehingga ini benar-benar kejutan," ujar Dales.
Pada akhir Oktober lalu, Bank Sentral AS sempat menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Beberapa ekonom mendesak kepada The Fed untuk menaikkan suku bunga karena ekonomi di dalam negeri pulih.
"Ini adalah pembenaran bagi The Fed bahwa mereka telah meremehkan kekhawatiran di luar negeri dan sangat tepat untuk membicarakan tentang kenaikan suku bunga tahun depan," ujar Christopher Low, Kepala Ekonom FTN Financial, New York seperti dikutip dari Reuters.













