Sumber: Investopedia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
China bisa saja memakai dolar itu untuk:
- Membeli minyak dari Timur Tengah
- Membayar impor lain
Namun, negara penerima dolar itu juga akhirnya akan:
- Menyimpan dolar sebagai cadangan
- Atau menginvestasikannya kembali ke Treasury AS
Karena dolar adalah mata uang utama perdagangan global, pada akhirnya banyak dolar akan “berputar” kembali ke pasar obligasi AS.
Dampak bagi AS dan China: Saling Ketergantungan
Selama China surplus perdagangan dengan AS:
- China akan terus menumpuk dolar
- Dolar itu akan diinvestasikan kembali ke utang AS
Baca Juga: India Mulai Jauhi Minyak Rusia Demi Muluskan Pakta Dagang dengan AS
Ini menciptakan hubungan saling ketergantungan:
- China dapat pasar besar untuk produknya
- AS mendapat barang murah dari China
- AS juga terbantu karena utangnya mudah dibiayai
Secara ekonomi, ini seperti hubungan simbiosis, meski secara politik sering tegang.
Dolar sebagai Mata Uang Cadangan Dunia
Dalam sejarah:
- Emas → pernah jadi cadangan utama dunia
- Pound sterling Inggris → sempat dominan
- Sekarang → dolar AS jadi standar global
U.S Treasury dianggap sebagai tempat paling aman menyimpan cadangan.
Apakah Berbahaya Jika China Menjual Treasury?
Ada kekhawatiran: kalau China menjual besar-besaran Treasury, apakah AS akan krisis seperti Inggris dulu?
Bedanya:
- Inggris dulu pakai sistem nilai tukar tetap
- AS sekarang pakai nilai tukar fleksibel
Tonton: Regulasi Tak Konsisten, Investor Pilih Thailand dan Vietnam Ketimbang Indonesia
Kalau China menjual:
- Dolar dan obligasi itu kemungkinan akan dibeli negara lain
- Atau kembali terserap oleh pasar AS sendiri
Artinya, dampaknya bisa terasa, tapi tidak otomatis jadi krisis besar, karena sistem global sekarang lebih fleksibel.













