kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ekonomi Dunia: Rahasia di Balik Pembelian Surat Utang AS oleh China


Senin, 09 Februari 2026 / 02:50 WIB
Ekonomi Dunia: Rahasia di Balik Pembelian Surat Utang AS oleh China
ILUSTRASI. Cadangan devisa China mencapai triliunan dolar, sebagian besar dalam US Treasury. Ungkap mengapa aset paling aman ini jadi pilihan utama mereka. (Ng Han Guan/Pool/REUTERS)


Sumber: Investopedia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

China bisa saja memakai dolar itu untuk:

  • Membeli minyak dari Timur Tengah
  • Membayar impor lain

Namun, negara penerima dolar itu juga akhirnya akan:

  • Menyimpan dolar sebagai cadangan
  • Atau menginvestasikannya kembali ke Treasury AS

Karena dolar adalah mata uang utama perdagangan global, pada akhirnya banyak dolar akan “berputar” kembali ke pasar obligasi AS.

Dampak bagi AS dan China: Saling Ketergantungan

Selama China surplus perdagangan dengan AS:

  • China akan terus menumpuk dolar
  • Dolar itu akan diinvestasikan kembali ke utang AS

Baca Juga: India Mulai Jauhi Minyak Rusia Demi Muluskan Pakta Dagang dengan AS

Ini menciptakan hubungan saling ketergantungan:

  • China dapat pasar besar untuk produknya
  • AS mendapat barang murah dari China
  • AS juga terbantu karena utangnya mudah dibiayai

Secara ekonomi, ini seperti hubungan simbiosis, meski secara politik sering tegang.

Dolar sebagai Mata Uang Cadangan Dunia

Dalam sejarah:

  • Emas → pernah jadi cadangan utama dunia
  • Pound sterling Inggris → sempat dominan
  • Sekarang → dolar AS jadi standar global

U.S Treasury dianggap sebagai tempat paling aman menyimpan cadangan.

Apakah Berbahaya Jika China Menjual Treasury?

Ada kekhawatiran: kalau China menjual besar-besaran Treasury, apakah AS akan krisis seperti Inggris dulu?

Bedanya:

  • Inggris dulu pakai sistem nilai tukar tetap
  • AS sekarang pakai nilai tukar fleksibel

Tonton: Regulasi Tak Konsisten, Investor Pilih Thailand dan Vietnam Ketimbang Indonesia

Kalau China menjual:

  • Dolar dan obligasi itu kemungkinan akan dibeli negara lain
  • Atau kembali terserap oleh pasar AS sendiri

Artinya, dampaknya bisa terasa, tapi tidak otomatis jadi krisis besar, karena sistem global sekarang lebih fleksibel.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×