Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah China memperketat pedoman bagi perusahaan otomotif yang melakukan ekspansi ke pasar luar negeri.
Langkah ini dilakukan di tengah semakin agresifnya produsen mobil China mengembangkan bisnis global, termasuk melalui investasi dan pembangunan fasilitas produksi di berbagai negara.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Selasa (1/9), Yen Tertekan Lewati Level 160 per Dolar
Melansir Reuters, regulator China pada Selasa (1/9/2026) menerbitkan pedoman baru yang meminta produsen otomotif memastikan kegiatan investasi dan operasional di luar negeri mematuhi aturan yang berlaku.
Perusahaan juga diminta memperkuat kepatuhan terhadap aturan antimonopoli, antikorupsi, serta tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnis di pasar internasional.
Kebijakan tersebut muncul ketika persaingan industri otomotif di pasar domestik China semakin ketat. Kondisi itu mendorong produsen otomotif China mencari sumber pertumbuhan baru di luar negeri.
Produsen otomotif seperti BYD menjadi salah satu perusahaan yang agresif melakukan ekspansi internasional.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran Kembali Ancam Pasokan Global
China Atur Strategi Harga Mobil
Dalam pedoman tersebut, regulator China meminta produsen otomotif menetapkan harga berdasarkan biaya produksi dan kondisi pasar.
Perusahaan juga dilarang menggunakan harga sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan kompetitif secara tidak adil.
Produsen diminta menghindari perubahan harga yang terlalu sering atau terlalu tajam karena berpotensi merugikan konsumen dan merusak citra merek.
Selain itu, perusahaan wajib memberikan informasi pemasaran yang benar dan menghindari iklan yang menyesatkan.
Pemerintah China juga meminta produsen menjaga reputasi merek otomotif China di pasar internasional.
Pedoman tersebut turut mencakup penguatan kepatuhan terhadap aturan persaingan usaha, pencegahan praktik persaingan yang mengganggu pasar, serta memastikan produk yang diekspor sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pasar tujuan.
Perusahaan juga diwajibkan mematuhi ketentuan ketenagakerjaan di negara tempat mereka beroperasi serta meningkatkan manajemen risiko yang mencakup kondisi politik, ekonomi dan keamanan.
Baca Juga: Swiss Life Pangkas 600 Pekerjaan
Ekspor Mobil China Makin Besar
Langkah tersebut menjadi penting karena ekspansi industri otomotif China ke pasar global terus meningkat.
Berdasarkan data resmi, China mengekspor sekitar 8,32 juta kendaraan pada 2025 ke lebih dari 200 negara dan wilayah.
Di sisi investasi, perusahaan otomotif China telah menanamkan modal pada proyek manufaktur kendaraan di lebih dari 80 pasar.
Kementerian Perdagangan China menyebut pedoman tersebut ditujukan untuk mendorong penempatan industri dan rantai pasok lintas negara secara rasional dan tertib.
Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan mendukung perkembangan industri otomotif China secara berkelanjutan di pasar internasional.
Dengan demikian, ekspansi produsen mobil China ke luar negeri tidak hanya menjadi strategi untuk mengatasi persaingan domestik, tetapi juga semakin berperan dalam membentuk rantai pasok otomotif global.
Baca Juga: OpenAI Bantah Tuduhan Apple














