Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.125
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ekspor China di Januari naik 7,9% melebihi prediksi

Jumat, 10 Februari 2017 / 16:25 WIB

Ekspor China di Januari naik 7,9% melebihi prediksi

Berita Terkait

Ekspor China pada Januari 2017 lalu melebihi ekspektasi para analis, yakni naik 7,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Data awal yang dipublikasikan Jumat (10/2/2017) menunjukkan, impor China pada Januari 2017 juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis, yakni naik 16,7% persen.

Kantor Administrasi Umum Bea Cukai China mengatakan, bulan tersebut China berhasil membukukan surplus perdagangan sebesar US$ 51,35 miliar. Kantor Bea Cukai akan merilis data final pada 23 Februari 2017 mendatang.

Meskipun ekspor dan impor China menguat, namun para pengamat ekonomi China memperingatkan, tren pada Januari dan Februari dapat terdistorsi oleh liburan panjang Tahun Baru Imlek.

Biasanya, bisnis melambat hingga seminggu setelah Imlek dan banyak perusahaan menurunkan skala operasi atau bahkan tutup selama liburan. Liburan Imlek di China tahun ini jatuh pada tanggal 28 Januari, 11 hari lebih awal dibandingkan tahun lalu.

Analis yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan, pada Januari 2017 pengiriman barang dari eksportir terbesar dunia itu meningkat 3,3%. Prediksi ini menunjukkan optimisme setelah pada 2016 ekspor China merosot 7,7%.  

Untuk impor China, para analis yang disurvei itu sebelumnya memprediksi terjadi impor China per Januari akan naik sebesar 10%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan 3,1% pada Desember 2016.

Dus, masih berdasar survei tersebut, para analis memperkirakan surplus perdagangan China akan meningkat menjadi US$ 47,90 miliar pada Januari, dibandingkan bulan Desember US$ 40,71 miliar.

Para analis mengingatkan mencermati tren ekspor China ke Amerika Serikat setelah Donald Trump yang terkenal dengan retorika proteksionis menjadi Presiden AS yang baru. Sebagai catatan, selama ini perdagangan dengan Amerika Serikat menghasilkan surplus yang besar bagi China.  

Data awal menunjukkan, surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat pada Januari 2017 lalu turun menjadi US$ 21,37 miliar dari US$ 21,73 miliar pada bulan Desember 2016.

China, negara perdagangan terbesar di dunia, bisa menjadi negara yang paling besar terkena dampak tindakan proteksionis tahun ini jika Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif tinggi pada impor barang-barang China seperti janji kampanyenya.


 



Reporter: Mesti Sinaga
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0453 || diagnostic_web = 0.3793

Close [X]
×