kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekspor Melemah, Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Thailand jadi 2,8% di 2024


Senin, 01 April 2024 / 09:53 WIB
Ekspor Melemah, Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Thailand jadi 2,8% di 2024
ILUSTRASI. Bank Dunia memangkas pertumbuhan ekonomi Thailand di tahun 2024 menjadi 2,8%


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand menjadi 2,8% di tahun 2024. Sementara, untuk tahun 2025, Bank Dunia memproyeksi ekonomi Thailand tumbuh 3,0%.

Prospek pertumbuhan ekonomi Thailand untuk tahun 2024 dan 2025 turun dari proyeksi sebelumnya, yang masing-masing 3,2% dan 3,1%.

Negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara ini tumbuh sebesar 1,9% pada tahun 2023 dan secara tak terduga menyusut sebesar 0,6% pada kuartal terakhir tahun 2023 dibandingkan kuartal ketiga.

Bank sentral Thailand pada bulan Februari juga menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun 2024 menjadi 2,5% hingga 3,0% dari proyeksi sebelumnya di 3,2%.

Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand ini berasal dari melambatnya perdagangan global. Di sisi lain, anggaran yang tertunda juga memperlambat belanja pemerintah, kata Ekonom Senior Bank Dunia Kiatipong Ariyapruchya, yang dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Thailand akan Melarang Impor Jagung dari Negara Tetangganya Terkait Isu Polusi

Prospek ekspor dan investasi publik yang lebih redup juga disebabkan oleh prospek baru ini, kata Bank Dunia dalam pernyataannya.

Dewan pengirim barang memperkirakan ekspor akan tumbuh 1% hingga 2% di tahun ini.

Pariwisata dan konsumsi swasta akan menjadi pendorong pertumbuhan utama Thailand, kata Bank Dunia. Di mana, kedatangan wisatawan diproyeksikan mencapai 90% dari tingkat sebelum pandemi tahun ini.

Pemerintah menargetkan rekor 40 juta pengunjung asing tahun ini setelah menyambut 28 juta pengunjung pada tahun 2023.

Perdana Menteri Srettha Thavisin menggambarkan perekonomian Thailand sedang menghadapi "krisis" dan membutuhkan stimulus fiskal yang besar melalui kebijakan pemerintahnya yang tertunda, yaitu pemberian dana sebesar $14 miliar kepada 50 juta warga Thailand.

Skema 'dompet digital' dapat menambah 1% pertumbuhan tetapi akan meningkatkan utang publik, kata Kiatipong.




TERBARU

[X]
×