kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Thailand akan Melarang Impor Jagung dari Negara Tetangganya Terkait Isu Polusi


Rabu, 20 Maret 2024 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Jagung impor


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - ​BANGKOK. Thailand berencana melarang impor jagung dari negara tetangga yang terkait isu pembakaran lahan pertanian yang menyebabkan polusi udara.

Larangan tersebut tidak akan melanggar komitmen Thailand terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), kata juru bicara pemerintah Chai Wacharonke pada Rabu (20/3).

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Pada 2023

Seraya menambahkan bahwa larangan tersebut akan mulai berlaku setelah pemerintah mengesahkan Undang-Undang Udara Bersih.

Anggota parlemen Thailand sedang memperdebatkan undang-undang udara bersih, yang akan mengatur aktivitas yang menimbulkan polusi termasuk pabrik, bisnis, pertanian, dan transportasi.

Rencana Thailand untuk melarang impor jagung terkait polusi terjadi ketika provinsi utara, yang berbatasan dengan Myanmar dan Laos, mengalami kualitas udara yang mencapai tingkat berbahaya dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Kunjungi Kampung Halamannya

Chiang Mai menduduki peringkat kota paling tercemar di dunia minggu lalu oleh situs pelacakan kualitas udara Swiss, IQAir.

Awal tahun ini, pejabat pemerintah di ibu kota Bangkok bekerja dari rumah untuk mengurangi tingkat polusi.

Polusi udara disebabkan oleh kombinasi pembakaran tanaman, polusi industri, dan lalu lintas padat, yang menyebabkan kabut asap tebal menutupi kota-kota.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×