kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ekspor Minyak UEA Pulih Mendekati Level Sebelum Konflik


Rabu, 24 Juni 2026 / 17:00 WIB
Ekspor Minyak UEA Pulih Mendekati Level Sebelum Konflik
ILUSTRASI. GLOBAL-OIL/EXPORTS (REUTERS/Eli Hartman)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – ABU DHABI. Ekspor minyak Uni Emirat Arab (UEA) mulai pulih setelah sempat terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran dan ketegangan di kawasan Teluk. Negara produsen minyak terbesar di Timur Tengah itu berhasil mengembalikan volume ekspornya hingga mendekati level sebelum perang berkat pemanfaatan jalur distribusi alternatif dan fasilitas penyimpanan strategis.

Mengutip laporan Badan Energi Internasional (IEA) yang dikutip Bloomberg (24/6), ekspor minyak UEA mencapai sekitar 4,3 juta barel per hari pada awal Juni 2026. Angka tersebut setara sekitar 85% dari tingkat ekspor sebelum konflik dan melonjak dari hanya sekitar 1,9 juta barel per hari pada Maret lalu, saat eskalasi konflik dengan Iran mulai mengganggu arus perdagangan energi di kawasan.

Pemulihan ekspor ditopang oleh jaringan pipa milik UEA yang menghubungkan ladang minyak ke Pelabuhan Fujairah tanpa harus melewati Selat Hormuz. Jalur ini menjadi alternatif penting ketika lalu lintas pelayaran di selat strategis tersebut terganggu.

Selain itu, UEA juga memanfaatkan fasilitas penyimpanan minyak bawah tanah berkapasitas 42 juta barel di Mandous, dekat Fujairah. Cadangan tersebut digunakan untuk menjaga kelancaran pasokan ekspor selama periode ketidakpastian.

IEA mencatat UEA juga meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Sejumlah kapal tanker bahkan dilaporkan mematikan transponder selama sebagian perjalanan mereka untuk mengurangi risiko operasional di tengah meningkatnya ketegangan keamanan.

Baca Juga: Harga Minyak Terus Melemah, Tertekan Ekspektasi Kelancaran Aliran Minyak di Hormuz

Di sisi lain, Abu Dhabi National Oil Co. (Adnoc) tetap melanjutkan pengiriman minyak mentah dan gas melalui kawasan Teluk selama konflik berlangsung. Perusahaan tersebut disebut kerap menggunakan kapal berukuran lebih kecil untuk mengangkut pasokan melewati Selat Hormuz sebelum dipindahkan ke kapal lain di luar wilayah tersebut.

Langkah-langkah tersebut membantu menjaga pasokan minyak global tetap tersedia dan meredam kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi yang sempat mendorong harga minyak melonjak.

Kini, harga minyak dunia mulai bergerak turun mendekati level sebelum konflik. Perkembangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara yang diikuti dengan membaiknya arus pelayaran melalui Selat Hormuz.

Meski lalu lintas kapal di jalur perdagangan energi utama dunia itu mulai kembali normal, Bloomberg melaporkan sebagian kapal masih membatasi penggunaan transponder selama melintasi perairan tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan yang masih tersisa.

Baca Juga: Prospek Pasokan Global Membaik, Harga Minyak Dunia Dekati Level Terendah Empat Bulan


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×