Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Senin (26/10/2026), seiring penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.
Namun, penguatan harga emas masih dibayangi sikap hati-hati investor menjelang keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.009,87 per ons pada pukul 03.42 GMT. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli pada sesi sebelumnya.
Baca Juga: Ekspor Thailand Melonjak 24% pada September 2026, Lampaui Ekspektasi Pasar
Pada Jumat (23/10/2026), emas mencatat penurunan mingguan sebesar 4%, menjadi koreksi mingguan terdalam sejak Juni.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember menguat 0,4% ke level US$ 4.023,50 per ons.
Analis pasar keuangan senior Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan kenaikan harga emas saat ini terutama didorong oleh sentimen positif dari penurunan harga minyak.
Meski demikian, penguatan tersebut berpotensi terbatas karena pelaku pasar mulai menyesuaikan posisi menjelang pengumuman kebijakan The Fed.
"Emas akan terus diperdagangkan mengikuti ekspektasi suku bunga dan risiko geopolitik," kata Rodda.
Harga minyak melemah pada Senin setelah melonjak mendekati level tertinggi dalam enam bulan pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Ketegangan Korea Utara-Korea Selatan Memanas, Howitzer Terlihat Dekat Perbatasan
Meski demikian, serangan yang masih berlangsung terhadap Arab Saudi membuat kekhawatiran mengenai pasokan energi tetap menjadi perhatian pasar.
Di tengah ketegangan kawasan, para mediator Qatar dilaporkan berada di Teheran pada Minggu untuk membantu meredakan ketegangan regional melalui koordinasi dengan Amerika Serikat.
Investor kini menantikan hasil pertemuan kebijakan The Fed pada 28 Oktober. Sehari setelahnya, pasar juga akan mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama bank sentral dalam mencapai target inflasi sebesar 2%.
Pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan ini.
Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember telah mencapai 75%.
Pergerakan suku bunga menjadi faktor penting bagi harga emas. Meskipun emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat menekan daya tarik logam mulia tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Baca Juga: Singapura Tambah 5 Pembangkit Gas, Bidik Kenaikan Kapasitas Listrik 26% pada 2032
Sentimen inflasi AS juga masih menjadi perhatian. Aktivitas bisnis di negara tersebut melambat secara moderat pada Oktober. Namun, permintaan yang tetap kuat memungkinkan perusahaan menaikkan harga barang dan jasa, mengindikasikan tekanan inflasi berpotensi meningkat dan bertahan tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$ 54,19 per ons. Harga platinum relatif stabil di US$ 1.551,31 per ons, sedangkan paladium menguat 0,6% menjadi US$ 1.050,50 per ons.














