kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.770   61,00   0,34%
  • IDX 6.501   -17,36   -0,27%
  • KOMPAS100 847   -0,92   -0,11%
  • LQ45 641   -0,55   -0,09%
  • ISSI 228   -0,59   -0,26%
  • IDX30 359   0,12   0,03%
  • IDXHIDIV20 440   1,35   0,31%
  • IDX80 97   -0,06   -0,07%
  • IDXV30 123   0,98   0,80%
  • IDXQ30 114   0,09   0,08%

Emas Stabil di US$ 4.455 Senin (31/8), Pasar Waspadai Kenaikan Suku Bunga


Senin, 31 Agustus 2026 / 08:27 WIB
Emas Stabil di US$ 4.455 Senin (31/8), Pasar Waspadai Kenaikan Suku Bunga
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung datar pada perdagangan Senin (31/8/2026), setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot berada di level US$ 4.455,29 per ons troi pada pukul 00.11 GMT. Harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 19 Agustus 2026 pada awal perdagangan.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Lebih dari 1% Setelah Serangan AS di Pulau Larak, Iran

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2026 turun 0,6% menjadi US$ 4.504,90 per ons troi.

Tekanan terhadap harga emas terjadi setelah Warsh mengatakan bank sentral AS masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila para pembuat kebijakan belum memperoleh keyakinan bahwa inflasi akan kembali menuju target 2%.

Pernyataan tersebut dinilai semakin mendekatkan The Fed pada kemungkinan menaikkan suku bunga guna mengendalikan tekanan harga.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan September mencapai 57%, naik dari 36% sebelum pernyataan Warsh, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Kenaikan suku bunga umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga meningkat, biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi dibandingkan aset berbunga.

Baca Juga: AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas

Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Pergerakan harga emas selanjutnya juga akan dipengaruhi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sepanjang pekan ini.

Beberapa data yang menjadi perhatian pasar antara lain data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, klaim pengangguran mingguan, serta laporan nonfarm payrolls.

Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed, terutama terkait prospek suku bunga pada pertemuan September.

Selain faktor moneter AS, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian investor.

Iran mengecam sanksi ekonomi baru yang diberlakukan Amerika Serikat pada Jumat dan menyebut kebijakan tersebut sebagai “terorisme negara”.

Di tengah tekanan ekonomi akibat sanksi, pemimpin tertinggi Iran juga melarang tindakan yang dapat mengganggu kohesi sosial karena meningkatnya kekhawatiran bahwa tekanan finansial lebih lanjut dapat memicu gejolak di dalam negeri.

Baca Juga: Korban Bencana Himalaya Hampir 800 Jiwa, 3.000 Orang Masih Hilang

Harga Perak dan Logam Mulia Lain

Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya relatif terbatas.

Harga perak spot berada di level US$ 66,34 per ons troi, tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Harga platinum naik tipis 0,1% menjadi US$ 1.822,46 per ons troi. Sementara itu, palladium menguat 0,2% menjadi US$ 1.424,89 per ons troi.

Dengan demikian, pasar emas masih akan mencermati perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed serta serangkaian data ekonomi AS pekan ini yang berpotensi menentukan arah harga emas selanjutnya.




TERBARU

[X]
×