Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Senat Amerika Serikat pada Rabu (13/5/2026) memutuskan untuk mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve (The Fed), membuka jalan bagi pengacara, finansier, sekaligus mantan gubernur bank sentral tersebut untuk mengambil alih kepemimpinan The Fed.
Mengutip Reuters, Warsh, yang berusia 56 tahun, akan memulai masa jabatannya di tengah kondisi inflasi yang meningkat dan pasar yang tengah mencermati arah kebijakan bank sentral, sementara Presiden Donald Trump terus menuntut penurunan suku bunga.
Lonjakan harga minyak sejak dimulainya perang Iran telah mengubah ekspektasi investor ke arah kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
Saat ini, kisaran target suku bunga pinjaman jangka pendek The Fed berada di level 3,50% hingga 3,75%.
Pada Selasa, Senat telah mengonfirmasi Warsh untuk masa jabatan 14 tahun sebagai gubernur Federal Reserve dan membuka jalan untuk pemungutan suara yang menyetujui Warsh menjabat empat tahun sebagai ketua The Fed secara bersamaan.
Pengambilan sumpah Warsh untuk kedua jabatan itu masih menunggu tanda tangan akhir dari Gedung Putih pada dokumen yang telah dikirim oleh Senat.
Masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed akan berakhir pada Jumat.
Warsh mengatakan ia berencana melakukan “perubahan rezim” di The Fed, termasuk memperketat koordinasi dengan Departemen Keuangan AS serta pemerintahan Trump dalam kebijakan non-moneter, dan membawa The Fed menuju neraca (balance sheet) yang lebih kecil.
Baca Juga: Usai Kapalnya Diserang Dekat Hormuz, Korsel Buka Opsi Dukungan Militer Bertahap ke AS
Menurut Warsh, langkah tersebut akan memungkinkan suku bunga kebijakan yang lebih rendah.
Komentar Para Analis
Ryan Swift, Kepala Strategi Obligasi AS, BCA Research, Montreal:
“Ada risiko besar saat ini terkait ekspektasi inflasi. Jika melihat indikator seperti 10-year TIPS breakeven inflation rate, angkanya masih cukup terkendali dan sejalan dengan asumsi inflasi kembali ke target dalam jangka panjang.”
“Namun indikator itu meningkat belakangan ini dan berada mendekati batas atas rentang sejak 2023. Ada risiko ekspektasi inflasi bisa lepas kendali.”
“Jika pernyataan awal Kevin Warsh setelah menjabat bernada dovish, misalnya mendorong pemangkasan suku bunga, itu akan menjadi masalah besar bagi pasar obligasi.”
“Itu akan meningkatkan risiko ekspektasi inflasi lepas kendali, sehingga bagian panjang kurva yield (yield jangka panjang) menjadi sulit dikontrol, dan itu akan menjadi masalah besar.”
“Dalam skenario dasar saya, saya tidak yakin dia akan melakukan itu. Tapi risikonya sangat besar saat ini. Dia harus mengubah nada bicaranya, jika tidak pasar obligasi akan bermasalah.”
“Sekarang dia sudah dikonfirmasi, dia sudah memegang jabatan. Saya akan sangat terkejut jika dia mulai mendukung pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sulit membangun alasan ekonomi untuk itu.”
Baca Juga: Trump: Saya Tidak Memikirkan Situasi Keuangan Warga Amerika dalam Negosiasi Iran
Phil Blancato, Kepala Strategi Pasar, Osaic, New York:
“Pasar kemungkinan melihat konfirmasi Kevin Warsh sebagai sinyal The Fed akan lebih fokus pada inflasi, mengingat kritiknya selama ini bahwa para pembuat kebijakan terlalu longgar terlalu lama setelah pandemi.”
“Investor juga bisa menilai kepemimpinannya akan lebih mendukung intervensi pasar yang lebih sedikit serta neraca The Fed yang lebih kecil, sehingga dalam jangka panjang suku bunga lebih ditentukan oleh mekanisme pasar.”
“Di saat yang sama, keberadaan Powell yang tetap berada di dewan dapat membantu menenangkan kekhawatiran dan mencegah perubahan kebijakan yang terlalu mendadak.”
“Pada akhirnya, konfirmasi Warsh memberi sinyal The Fed dapat menjadi lebih sadar inflasi dan kurang intervensif seiring waktu.”
“Pertanyaan terbesar pasar adalah apakah ia akan memimpin secara independen atau lebih selaras dengan tekanan Gedung Putih untuk menurunkan suku bunga, apalagi Trump secara terbuka mendorong pemangkasan.”
Chris Beauchamp, Kepala Analis Pasar, IG Group, London:
“Ini akan menarik, setidaknya, jika Warsh pada akhirnya harus menaikkan suku bunga tahun ini.”
“Ekspektasinya masih bahwa kenaikan harga minyak akan tetap terbatas dan akan ada semacam kesepakatan Iran yang dikemas dengan cara yang tepat.”
“Tapi saat ini hal itu terlihat masih jauh, karena mereka bahkan belum berbicara untuk mulai berbicara.”
“Namun data inflasi sudah membuat semua pihak waspada bahwa tekanan inflasi mulai kembali muncul.”
“Meskipun The Fed tidak terlalu khawatir jika meleset dari target inflasi karena memang sudah lama tidak benar-benar dekat dengan target, dan mereka lebih fokus pada tenaga kerja, The Fed kemungkinan harus terdengar lebih hawkish.”
“Saya rasa mereka tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Bahkan anggota komite yang lebih hawkish pun tidak ingin terlalu mengacaukan situasi.”
“Tapi jika kita mendapat beberapa bulan tambahan seperti ini, maka ceritanya bisa berubah signifikan.”
Jim Baird, Chief Investment Officer, Plante Moran Financial Advisors, Michigan:
“Saat ketua baru Warsh mulai bekerja, ia menghadapi tantangan besar. Ia masuk bukan dalam situasi yang tenang.”
“The Fed menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan risiko antara inflasi dan ketenagakerjaan, serta apa artinya bagi kebijakan suku bunga.”
“Tantangan inflasi adalah ada banyak faktor yang memengaruhi proyeksi inflasi, sebagian di antaranya tidak bisa diselesaikan hanya dengan menaikkan suku bunga.”
“Menaikkan suku bunga tidak akan menurunkan harga minyak global. Ada biaya energi. Ada tarif. Ada dampak pasar tenaga kerja yang masih relatif ketat.”
“Banyak yang membahas pernyataannya di masa lalu. Kita harus menunggu dan melihat nada bicaranya ketika masuk peran baru.”
“Dia kemungkinan tidak bisa langsung mengubah arah kebijakan secara radikal meskipun ingin, karena ada komite yang sudah ada dan cukup independen.”
Tonton: Iran Ultimatum AS! Tolak Proposal Damai, Timur Tengah Terancam Meledak Lagi
Paul Nolte, Senior Wealth Advisor & Market Strategist, Murphy & Sylvest Wealth Management, Illinois:
“Konfirmasi dan sidang konfirmasi selalu menjadi tontonan yang menarik.”
“Saya lebih tertarik melihat apa yang akan ia katakan setelah rapat pertama di bulan Juni dan konferensi pers. Saat itulah kita bisa melihat tujuan dan prioritas sebenarnya, bukan sekadar jawaban di hadapan Kongres.”
“Pasar masih belum yakin. Dia dikenal hawkish. Dia bicara soal mengurangi neraca, menghentikan QE, dan hal-hal seperti itu, yang berarti suku bunga bisa bertahan tinggi lebih lama.”
“Tapi sebagian orang melihat pencalonannya sebagai sinyal suku bunga akan turun karena dia adalah orang pilihan Trump.”
“Saya tidak yakin itu akan terjadi. Saya percaya dia akan mengikuti data, seperti banyak gubernur The Fed lainnya.”
Tabel: Fakta Utama Perubahan Kepemimpinan The Fed
| Poin Utama | Detail |
|---|---|
| Ketua baru The Fed | Kevin Warsh |
| Usia | 56 tahun |
| Proses | Dikonfirmasi Senat AS |
| Masa jabatan sebagai gubernur Fed | 14 tahun |
| Masa jabatan sebagai ketua Fed | 4 tahun |
| Ketua Fed sebelumnya | Jerome Powell |
| Powell berakhir masa jabatan | Jumat (15/5) |
| Suku bunga Fed saat ini | 3,50% - 3,75% |













