kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Erdogan dan Raja Salman adakan diskusi untuk perbaiki hubungan bilateral


Rabu, 05 Mei 2021 / 09:45 WIB
Erdogan dan Raja Salman adakan diskusi untuk perbaiki hubungan bilateral
ILUSTRASI. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengadakan pembicaraan bilateral pada hari Selasa (4/5).

Pertemuan Erdogan dan Raja Salman hari Selasa adalah yang kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Hingga saat ini Turki masih berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Arab Saudi, terutama setelah kedua negara dilanda krisis kepercayaan pasca pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul oleh regu pembunuh Saudi di Istanbul.

Insiden tersebut merambat ke banyak sektor seperti bisnis dan perdagangan. Tahun lalu, pengusaha Arab Saudi mendukung boikot tidak resmi atas barang-barang Turki sebagai bentuk permusuhan.

Dilansir dari Reuters, aksi boikot tersebut berhasil memotong nilai perdagangan hingga 98%.

Baca Juga: Kerjasama militer baru Yunani-Israel, kekuatan udara jadi fokus

Kepada Reuters bulan lalu, juru bicara Erdogan Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Erdogan dan Raja Salman telah mengadakan pembicaraan yang baik. Menteri luar negeri kedua negara juga sepakat untuk bertemu.

Pertemuan pada hari Selasa juga dilakukan sehari sebelum pertemuan antara pejabat Turki dan Mesir di Kairo. Bulan lalu, Turki mengatakan telah melanjutkan kontak diplomatik dengan Mesir dan ingin kerja sama lebih lanjut

Hubungan kedua negara cukup buruk dalam delapan tahun terakhir karena tentara Mesir menggulingkan presiden Ikhwanul Muslimin yang dekat dengan Ankara pada 2013.

Pembicaraan Turki dengan Mesir dapat menjalin kerja sama baru antara kekuatan regional dan membantu upaya untuk mengakhiri perang di Libya.

Belakangan Turki mulai berusahan untuk membangun kembali hubungan dengan Mesir dan negara-negara Teluk Arab, mencoba mengatasi perbedaan yang membuat Turki semakin terisolasi di dunia Arab.

Selanjutnya: Kapal penjaga pantai Turki dan Yunani bertabrakan, Mediterania Timur kembali tegang




TERBARU

[X]
×