kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Erdogan dan Trump bahas ketegangan Mediterania via telepon


Kamis, 27 Agustus 2020 / 08:25 WIB
ILUSTRASI. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Arab News,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketegangan kembali meningkat ketika Turki mengirim kapal penelitian Oruc Reis disertai dengan kapal perang ke perairan yang disengketakan pada 10 Agustus lalu.

Tak mau kalah, Yunani dan sekutu UE-nya, Prancis, mengirimkan aset angkatan laut mereka sendiri ke wilayah tersebut untuk memantau pekerjaan Turki.

Menteri luar negeri Uni Eropa mengadakan konferensi video darurat tentang krisis yang muncul ketika fregat Turki bertabrakan dengan kapal Yunani di wilayah yang disengketakan beberapa hari setelah misi Oruc Reis.

Baca Juga: Turki bakal murka, Prancis gabung dengan latihan militer Yunani, Siprus, dan Italia

Sementara itu, Jerman telah memimpin upaya untuk meredakan sengketa yang mengancam upaya negara-negara UE untuk memanfaatkan sumber energi baru yang dapat mengurangi ketergantungan mereka pada negara-negara seperti Rusia.

Menteri luar negeri Jerman Heiko Maas, akan mengunjungi Athena dan Ankara pada Selasa untuk mencoba melakukan pembicaraan kepada kedua negara. Akan tetapi, upaya itu tampaknya akan menemui hambatan ketika Athena dan Ankara mengumumkan rencana untuk melakukan latihan militer laut di wilayah yang sama di selatan Kreta pada hari Selasa.




TERBARU

[X]
×