kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.938   -72,00   -0,42%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Eropa dan Jepang Akan Ikut Amankan Selat Hormuz, Harga Minyak Turun


Jumat, 20 Maret 2026 / 12:40 WIB
Eropa dan Jepang Akan Ikut Amankan Selat Hormuz, Harga Minyak Turun
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Christian Hartmann)


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak dunia turun pada Jumat (20/3/2026), setelah negara-negara Eropa terkemuka dan Jepang menawarkan untuk bergabung dalam upaya mengamankan jalur aman bagi kapal melalui Selat Hormuz.

Tambah lagi, Amerika Serikat (AS) juga menguraikan langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan minyak.

Dalam upaya untuk menekan kenaikan harga minyak yang melonjak, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, AS mungkin akan segera mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang terperangkap di kapal tanker. Selain itu, pelepasan lebih lanjut minyak mentah dari cadangan minyak strategis AS dimungkinkan.

Jumat (20/3/2026), harga minyak Brent berjangka turun US$ 1,36 atau 1,3% menjadi US$ 107,29 per barel pada pukul 0330 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $1,92 atau 2,0% menjadi US$ 94,22.

Baca Juga: Khawatir Pasar Makin Rentan, Aksi Jual Investor Merebak

Namun, untuk minggu ini, harga acuan Brent diperkirakan akan naik hampir 4%, setelah Iran menyerang fasilitas minyak dan gas di negara-negara Teluk yang memaksa produksi dihentikan.

Minyak WTI diperkirakan akan turun lebih dari 4% dalam penurunan mingguan pertamanya dalam lima minggu.

Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova mengatakan, akan tetap sensitif terhadap titik kritis Hormuz.

"Kerusakan telah terjadi, dan bahkan jika jalur aman untuk kapal tanker dapat dinegosiasikan melalui Hormuz, menghidupkan kembali logistik sepenuhnya dapat memakan waktu yang sangat lama," kata Sachdeva seperti dikutip Reuters.

Sampai saat itu, kata dia, setiap serangan langsung terhadap infrastruktur ekspor atau rute kapal tanker dapat mendorong harga naik tajam.

"Sementara keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan dapat membatasi kenaikan harga dan mempercepat penurunan premi perang," ujarnya.

Baca Juga: Unilever Akan Gabungkan Bisnis Makanan dengan McCormick

Dalam pernyataan bersama pada hari Kamis, setelah sebelumnya ragu-ragu, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz, yang dilalui oleh 20% minyak dan LNG dunia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia telah memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Sebagai dorongan bagi pasokan AS, produksi minyak mentah Dakota Utara diperkirakan akan meningkat bulan ini dan bulan-bulan berikutnya karena operator di negara bagian penghasil minyak terbesar ketiga tersebut memulai kembali sumur-sumur yang tidak aktif dan pembatasan musim dingin dilonggarkan, kata regulator negara bagian tersebut pada hari Kamis.

Departemen Sumber Daya Mineral Dakota Utara mengatakan, bagaimanapun, laju aktivitas akan bergantung pada berapa lama harga minyak tetap tinggi — dan bahwa anggaran perusahaan minyak besar telah ditetapkan.

Baca Juga: Harga Gas Alam di Eropa Melonjak 35%: Krisis Energi Global di Depan Mata?




TERBARU

[X]
×