kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Eropa Kena “Semprot” Trump: Tarif Mobil Naik 25%, NATO Ikut Terancam


Sabtu, 02 Mei 2026 / 04:15 WIB
Eropa Kena “Semprot” Trump: Tarif Mobil Naik 25%, NATO Ikut Terancam
ILUSTRASI. Pekan ini, Trump melontarkan serangan terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait kritik Merz atas perang Iran. (REUTERS/Nathan Howard)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Meski banyak anggota pemerintahan AS sangat skeptis terhadap Eropa, tidak semua anggota Partai Republik mendukung pendekatan Trump.

“Serangan terus-menerus terhadap sekutu NATO itu kontraproduktif, komentarnya menyakiti warga Amerika,” tulis anggota DPR AS dari Partai Republik Don Bacon di X pada Kamis, setelah ancaman Trump untuk mengurangi pasukan di Jerman.

“Dua pangkalan udara besar di Jerman memberi kita akses strategis ke tiga benua. Kita sedang menembak kaki kita sendiri,” lanjutnya.

Beberapa unggahan Trump di media sosial pekan ini juga membuat pejabat Eropa terkejut.

Kurang dari dua jam sebelum Trump memposting soal ancaman penarikan pasukan dari Jerman, Jenderal tertinggi Jerman Carsten Breuer mengatakan kepada wartawan bahwa ia mendapat respons positif atas strategi militer baru Jerman saat bertemu Wakil Menteri Pertahanan AS Elbridge Colby di Pentagon pada hari yang sama. Colby tidak memberi sinyal bahwa pengurangan pasukan dibahas.

Kedutaan Jerman menolak berkomentar.

Seorang mantan pejabat senior pertahanan AS mengatakan para pejabat militer Jerman cukup tenang menghadapi situasi itu dan kerja sama militer tetap berjalan.

“Mereka berkata, ‘Kami sudah pernah melihat film ini sebelumnya. Ini hanya banyak gertakan dan pada akhirnya tidak akan ada yang berubah’,” ujarnya.

Eropa Makin Berani Melawan AS

Jeffrey Rathke, mantan diplomat AS yang kini memimpin American-German Institute di Johns Hopkins University, mengatakan sekutu-sekutu Eropa kini semakin berani menentang kebijakan Trump, terutama karena tekanan politik dalam negeri.

“Merz makin tegas dalam kritiknya terhadap keputusan AS berperang dengan Iran,” katanya.

“Jelas ada sesuatu yang berubah pada dirinya. Padahal dua bulan lalu ia masih berusaha berkata, ‘Ini bukan waktunya kita menggurui Amerika Serikat’.”

“Perang AS ini bukan sesuatu yang bisa dilihat publik Jerman dengan jarak aman. Ini berdampak langsung pada mereka,” tambahnya, mengacu pada lonjakan biaya energi akibat perang.

Tonton: Ketegangan Memuncak: AS Pertimbangkan Serangan Hipersonik di Tengah Kebuntuan dengan Iran

Para diplomat Eropa mengatakan mereka masih berkomitmen menjaga hubungan transatlantik meski “lempeng tektonik” hubungan Eropa-AS tengah bergeser, dan perubahan besar dibutuhkan.

“Pelajaran utamanya bagi kami adalah bahwa kami tidak bisa lagi mengandalkan status quo pasca-Perang Dunia. Kami harus menjadi bukan hanya kekuatan lunak, tetapi juga kawasan yang didukung oleh kekuatan nyata,” ujar seorang diplomat Barat, seraya mencatat Eropa kini bergerak cepat untuk memperluas kemampuan militernya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×