Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Produsen kosmetik global Estée Lauder mengumumkan rencana pemangkasan hingga 3.000 karyawan tambahan di seluruh dunia, seiring percepatan program restrukturisasi bisnis.
Di saat yang sama, perusahaan juga menaikkan proyeksi laba tahunan, yang mendorong sahamnya melonjak sekitar 11% pada perdagangan pre-market.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Lebih 1% Jumat (1/5), Terseret Lonjakan Inflasi dari Minyak
Melansir Reuters Jumat (1/5/2026), perusahaan pemilik merek Clinique dan M.A.C tersebut kini menargetkan total pengurangan tenaga kerja menjadi 9.000 hingga 10.000 posisi, meningkat dari estimasi sebelumnya yang sekitar 7.000.
Langkah ini diproyeksikan dapat menghemat biaya hingga US$1,2 miliar.
Jika target maksimal tercapai, jumlah PHK tersebut setara dengan sekitar 17,5% dari total karyawan global yang mencapai 57.000 orang per Juni 2025.
Analis eMarketer Sky Canaves menilai, peningkatan jumlah pemangkasan tenaga kerja ini dapat mencerminkan rencana merger perusahaan dengan Puig, pemilik merek Jean Paul Gaultier.
Baca Juga: Harga Aluminium Rebound Jumat (1/5), Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasokan
Dalam skenario tersebut, Estée Lauder berpotensi memangkas lebih banyak posisi di internalnya sambil mempertahankan tenaga kerja dari pihak Puig.
Lebih dari 70% tambahan pemangkasan tenaga kerja akan berasal dari posisi di department store.
Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan yang beralih ke kanal distribusi dengan pertumbuhan lebih cepat, seperti ritel khusus dan digital melalui Sephora, Ulta Beauty, Amazon, hingga TikTok Shop.
Restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi “Beauty Reimagined” di bawah kepemimpinan CEO Stephane de La Faverie.
Strategi tersebut mencakup peluncuran produk premium serta efisiensi rantai pasok, yang mulai menunjukkan hasil positif terutama di pasar mewah seperti China dan Eropa.
Dari sisi kinerja, Estée Lauder kini menargetkan laba disesuaikan sebesar US$2,35 hingga US$2,45 per saham untuk tahun penuh, naik dari proyeksi sebelumnya di kisaran US$2,05 hingga US$2,25 per saham.
Baca Juga: Pejabat The Fed Ini Sebut Kebijakan Penurunan Suku Bunga Tidak Lagi Tepat
Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan penjualan organik berada di batas atas proyeksi sebelumnya, yakni 1% hingga 3%.
Pada kuartal terbaru, Estée Lauder membukukan penjualan sebesar US$3,71 miliar, melampaui estimasi pasar sebesar US$3,69 miliar.
Laba disesuaikan tercatat 88 sen per saham, juga lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis sebesar 65 sen per saham.
Meski demikian, perusahaan mengingatkan bahwa proyeksi tersebut bergantung pada kondisi geopolitik global yang stabil.
Estée Lauder mengasumsikan tidak ada eskalasi konflik, termasuk dampak tarif, perubahan sentimen konsumen, maupun gangguan bisnis di kawasan Timur Tengah setelah Mei 2026.













