kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Strategi Nike: PHK 775 Karyawan AS Demi Genjot Profit & Otomatisasi


Selasa, 27 Januari 2026 / 09:19 WIB
Strategi Nike: PHK 775 Karyawan AS Demi Genjot Profit & Otomatisasi
ILUSTRASI. Nike memangkas 775 karyawan AS di tengah tekanan profit. (Dok./Nike)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Raksasa apparel olahraga Nike memangkas 775 karyawan di Amerika Serikat, seiring upaya perusahaan meningkatkan profit dan mempercepat penggunaan otomatisasi.

Menurut sumber Reuters yang mengetahui kebijakan tersebut, Senin (26/1/2026), pemutusan hubungan kerja (PHK) ini terutama berdampak pada posisi pusat distribusi di Tennessee dan Mississippi, lokasi gudang besar Nike di AS, kata sumber tersebut.

Nike, yang bisnisnya tengah tertekan, kini berupaya mengembalikan posisinya sebagai merek olahraga nomor satu dunia setelah kehilangan pangsa pasar dari para pesaing. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah menjalani serangkaian gelombang PHK.

Pada Agustus lalu, Nike memangkas kurang dari 1% tenaga kerja korporatnya sebagai bagian dari strategi pemulihan di bawah CEO Elliott Hill, yang menjabat sejak 2024.

Sebelumnya, pada Februari 2024, Nike juga mengumumkan rencana pemangkasan 2% tenaga kerja, atau lebih dari 1.600 karyawan.

PHK terbaru ini pertama kali dilaporkan oleh CNBC.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (27/1) Pagi: Brent ke US$65,31 & WTI ke US$60,39

Dalam pernyataan kepada Reuters, Nike mengatakan perusahaan sedang mengambil langkah-langkah untuk memperkuat dan merampingkan operasi agar bisa bergerak lebih cepat dan beroperasi dengan disiplin yang lebih tinggi.

Nike menegaskan bahwa kebijakan ini terutama memengaruhi operasi distribusi di AS.

Analis Morningstar David Swarz menilai tren penjualan Nike dalam dua tahun terakhir jauh di bawah normal, sehingga perusahaan kemungkinan terlalu banyak membangun kapasitas gudang dan mempekerjakan staf berlebih. Ditambah dengan pesatnya kemampuan kecerdasan buatan (AI), pemangkasan ini dinilai “tidak mengejutkan”.

Berdasarkan laporan tahunan terakhir per Mei 2025, Nike memiliki 77.800 karyawan di seluruh dunia, termasuk pegawai ritel dan paruh waktu.

Di bawah kepemimpinan Hill, Nike juga menggelontorkan investasi besar pada lini sepatu, sembari memfokuskan kembali merek pada olahraga inti seperti lari dan sepak bola.

Namun, Nike melaporkan penurunan margin kotor untuk kuartal kedua berturut-turut pada Desember, akibat lemahnya penjualan di China serta upaya penataan ulang portofolio produk yang belum membuahkan hasil.

Tonton: Harga Emas Antam Terkoreksi Hari Ini (27 Januari 2026)

Perusahaan juga baru-baru ini mengalami kebocoran data, setelah peretas merilis sejumlah besar data internal perusahaan.

Dalam pernyataannya, Nike menegaskan PHK ini dirancang untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan fleksibilitas, dan mendukung jalan perusahaan kembali ke pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×