CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Eropa Menembus 100 Juta Kasus Virus Corona Sejak Awal Pandemi


Senin, 03 Januari 2022 / 05:30 WIB
Eropa Menembus 100 Juta Kasus Virus Corona Sejak Awal Pandemi


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PARIS. Menurut data dari Pusat Sumber Daya Virus Corona Johns Hopkins, Eropa telah melampaui 100 juta kasus virus corona sejak pandemi dimulai hampir dua tahun lalu. Sementara, di seluruh dunia, hampir 290 juta kasus telah tercatat.

Melansir VOA News yang mengutip Agence France-Presse, hampir 5 juta kasus Eropa dilaporkan dalam tujuh hari terakhir, dengan 17 dari 52 negara atau wilayah yang membentuk Eropa mencatat rekor kasus baru satu hari berkat varian omicron yang sangat menular.

Lebih dari 1 juta kasus tersebut dilaporkan di Prancis, yang telah bergabung dengan AS, India, Brasil, Inggris, dan Rusia untuk menjadi negara keenam yang mengonfirmasi lebih dari 10 juta kasus sejak pandemi dimulai, lapor Reuters.

Kementerian Kesehatan India melaporkan 22.775 kasus baru virus corona pada hari Sabtu, dengan mengatakan kasus baru tersebut menjadikan jumlah varian omicron negara itu menjadi 1.431 kasus. Pejabat kesehatan masyarakat di India telah memperingatkan bahwa penghitungan COVID-19 di negara itu kemungkinan lebih besar dari perhitungan resmi pemerintah.

Baca Juga: Kasus Omicron Indonesia Paling Banyak Datang dari 4 Negara Ini

The Sydney Morning Herald melaporkan pada hari Sabtu bahwa paramedis di negara bagian New South Wales, Australia, memiliki tingkat panggilan telepon "rekor" dalam semalam, yang mengakibatkan malam tersibuknya dalam 126 tahun, ketika varian omicron dari virus corona menyebar ke seluruh dunia.

Inspektur Ambulans New South Wales Kay Armstrong mengatakan kepada surat kabar itu bahwa panggilan telepon termasuk, "urusan biasa pada Malam Tahun Baru—kasus terkait alkohol, kecelakaan, jelas kerusakan—dan kemudian kami memiliki COVID di atas itu." 

The Herald melaporkan, paramedis juga menerima "telepon yang membuang-buang waktu dari orang-orang yang menginginkan hasil tes COVID-19."

Baca Juga: Kasus COVID-19 Baru di AS Melonjak ke Rekor Tertinggi, Dipicu Varian Omicron

Matthew Taylor, kepala eksekutif Konfederasi NHS Inggris, mengatakan varian omicron akan menguji batas kapasitas NHS (National Health Service) yang terbatas bahkan lebih dari musim dingin biasa. Taylor juga memprediksi bahwa rumah sakit akan terpaksa membuat "pilihan sulit" karena variannya.

CNN melaporkan bahwa lebih dari 30 perguruan tinggi dan universitas telah mengubah tanggal mulai semester musim semi mereka karena varian omicron melintasi Amerika Serikat.

Pusat Sumber Daya Coronavirus Johns Hopkins pada hari Sabtu melaporkan lebih dari 289 juta kasus COVID-19 global sejak pandemi dimulai. Pusat itu juga mengatakan, 9,1 miliar vaksinasi telah diberikan kepada warga dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×