kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.648   -28,00   -0,16%
  • IDX 6.675   6,69   0,10%
  • KOMPAS100 873   0,46   0,05%
  • LQ45 663   0,25   0,04%
  • ISSI 232   0,10   0,04%
  • IDX30 371   0,30   0,08%
  • IDXHIDIV20 459   0,05   0,01%
  • IDX80 99   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 127   -0,13   -0,10%
  • IDXQ30 119   -0,01   -0,01%

F1 GP Italia dalam Status Heat Hazard, Begini Aturan untuk Pebalap


Jumat, 04 September 2026 / 07:18 WIB
F1 GP Italia dalam Status Heat Hazard, Begini Aturan untuk Pebalap
ILUSTRASI. Formula 1 (Pool via REUTERS/TOLGA BOZOGLU)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Formula 1 (F1) kembali menetapkan status “heat hazard” menjelang Grand Prix Italia di Sirkuit Monza. Status tersebut diberlakukan karena suhu tinggi diperkirakan terjadi sepanjang akhir pekan balapan.

Deklarasi heat hazard membuat tim-tim F1 wajib menyiapkan Driver Cooling System, sistem pendingin tambahan yang dirancang untuk membantu menjaga kondisi pebalap ketika suhu dan kelembapan meningkat.

Apa Itu Heat Hazard di F1?

Mengutip situs resmi Formula1.com, status heat hazard diperkenalkan setelah kondisi panas dan kelembapan ekstrem yang terjadi pada GP Qatar 2023.

Setelah kejadian tersebut, FIA melakukan kajian mengenai cara menghadapi situasi serupa pada balapan-balapan berikutnya.

Mulai musim 2025, FIA dapat menetapkan status heat hazard apabila prakiraan cuaca sebelum akhir pekan balapan menunjukkan suhu 31 derajat Celsius atau lebih pada suatu waktu selama Sprint atau Grand Prix.

Ketika status tersebut diumumkan, FIA akan memberi tahu seluruh tim. Tim kemudian diwajibkan memasang sistem pendingin pebalap pada mobil.

Untuk GP Italia, Direktur Balap F1 FIA Rui Marques telah mengirimkan pemberitahuan kepada tim pada Kamis (3/9).

“Berdasarkan Pasal B1.5.10 Regulasi F1 FIA, setelah menerima prakiraan dari Layanan Cuaca Resmi yang memprediksi Heat Index akan lebih dari 31,0 derajat Celsius pada suatu waktu selama balapan di kompetisi ini, Heat Hazard dinyatakan,” demikian isi pemberitahuan tersebut.

Baca Juga: Lando Norris Dirikan LN4 Fusion, Bidik Formula 3 hingga Formula 2

Suhu di Monza Diprediksi Tembus 30 Derajat

GP Italia berlangsung di Autodromo Nazionale Monza, dekat Milan. Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan Eropa yang mengalami gelombang panas dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi cuaca panas diperkirakan terjadi selama tiga hari aktivitas F1 di Monza.

Suhu udara diprediksi berada di atas 30 derajat Celsius, bahkan dapat mencapai pertengahan 30 derajat Celsius. Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tambahan bagi para pebalap yang harus mengemudikan mobil F1 dalam kecepatan tinggi.

Selain suhu udara, indeks panas juga menjadi pertimbangan FIA dalam menetapkan status heat hazard.

Baca Juga: Max Verstappen Perpanjang Kontrak dengan Red Bull hingga 2030

Cara Kerja Driver Cooling System

Driver Cooling System merupakan perangkat yang memiliki tujuan utama memberikan pendinginan tambahan kepada pebalap dalam kondisi heat hazard.

Sistem tersebut terdiri dari sejumlah komponen, termasuk pompa, saluran pendingin, dan thermal store.

Cairan dingin yang dihasilkan sistem kemudian dialirkan ke tubuh pebalap melalui sebuah rompi tahan api yang dilengkapi sejumlah tabung.

Komponen utama sistem pendingin wajib dipasang pada mobil. Namun, pebalap masih diperbolehkan memilih apakah ingin mengenakan rompi pendingin tersebut atau tidak.

FIA masih melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap desain rompi agar sistem tersebut dapat bekerja lebih optimal.

Baca Juga: Alex Albon Perpanjang Kontrak dengan Williams untuk Musim Balap 2027

Pebalap Boleh Memilih Tidak Memakai Rompi

Regulasi F1 memberikan pilihan kepada pebalap terkait penggunaan perangkat yang dikenakan secara langsung pada tubuh.

“Setiap pebalap dapat memilih untuk tidak mengenakan perlengkapan pribadi yang menjadi bagian dari Driver Cooling System,” demikian ketentuan dalam Regulasi Olahraga F1.

Namun, keputusan untuk tidak mengenakan perlengkapan tersebut bukan berarti seluruh sistem dapat dilepas dari mobil.

Komponen lainnya, termasuk media pendingin, tetap harus dipasang. Selain itu, perbedaan bobot antara perlengkapan pebalap yang biasanya digunakan dan komponen sistem pendingin harus dikompensasi dengan ballast seberat 0,5 kilogram di kokpit.

Baca Juga: Sirkuit Sepang Malaysia Kembali Gelar F1 di Oktober 2026: Jadi Pengganti GP Bahrain




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×