kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Facebook akan tandai berita hoax


Jumat, 16 Desember 2016 / 15:17 WIB


Sumber: The Guardian | Editor: Dupla Kartini

WASHINGTON. Facebook akan menandai kabar palsu alias hoax yang muncul di News Feed. Keputusan ini diumumkan perusahaan pada Kamis (15/12).

Kebijakan pelabelan berita hoax diambil setelah situs media sosial tersebut mendapat kritik, lantaran turut berperan menyebarkan berita palsu selama pemilihan presiden Amerika Serikat.

Untuk itu, Facebook menggandeng lima organisasi sebagai pemeriksa fakta berita, yaitu ABC News, AP, FactCheck.org, PolitiFact dan Snopes.

Nantinya, pengguna dapat melaporkan berita yang diduga palsu kepada pihak Facebook. Kemudian, Facebook akan meneruskannya kepada tim pemeriksa fakta untuk memverifikasi kebenaran berita tersebut.  

Jika berita terkonfirmasi palsu, bakal  ditandai dengan label "dibantah oleh pihak ketiga", setiap kali muncul di jaringan sosial. Pengguna dapat mengklik link untuk memahami mengapa hal itu dibantah.

"Sangat penting bagi kami bahwa kabar yang Anda lihat di Facebook adalah otentik dan bermakna," ujar manajemen Facebook, seperti dilansir The Guardian, Kamis (15/12).

Facebook menyebut, organisasi pemeriksa fakta tidak akan dibayar untuk menyediakan layanan tersebut.

Sementara, dalam sebuah postingan di halaman Facebook-nya, pendiri perusahaan Mark Zuckerberg mengaku, bisnisnya memiliki tanggung jawab lebih besar kepada masyarakat daripada sekadar menjadi perusahaan teknologi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×