kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Facebook bekukan AggregateIQ menyusul laporan skandal pelanggaran privasi user

Sabtu, 07 April 2018 / 19:15 WIB

Facebook bekukan AggregateIQ menyusul laporan skandal pelanggaran privasi user



KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Facebook Inc membekukan akun facebook konsultasi politik Kanada, AggregateIQ, setelah masuk laporan yang menyebutkan perusahaan konsultan politik tersebut itu mungkin secara tidak benar memiliki akses ke data pribadi pengguna Facebook.

Mengutip Reuters, Jumat (6/4), Facebook berada di bawah tekanan kuat setelah data jutaan penggunanya berakhir di tangan konsultan politik Cambridge Analytica. Christopher Wylie, seorang whistleblower yang pernah bekerja di Cambridge Analytica, mengatakan bahwa konsultan politik dari Inggris tersebut juga bekerjasama dengan perusahaan Kanada, AggregateIQ.


"Mengingat laporan baru-baru ini bahwa AggregateIQ mungkin berafiliasi dengan Strategic Communication Laboratories (SCL) dan dari afiliasi tersebut ada kemungkinan AggregateIQ telah menerima data user secara tidak benar. Maka kami telah menambahkannya ke daftar entitas yang diskors dari platform kami sementara kami menyelidiki," ungkap Facebook dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reuters.

SCL merupakan kontraktor pemerintah dan militer yang merupakan induk dari Cambridge Analytica.

Wylie mengatakan bahwa AggregateIQ menerima pembayaran dari kelompok kampanye pro-Brexit sebelum referendum 2016 ketika Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa.

Agen federal Kanada yang bertugas melindungi hak privasi individu mengatakan pada hari Kamis (5/4) bahwa agensi, bersama dengan mitranya di British Columbia, akan bersama-sama menyelidiki Facebook dan AggregateIQ atas skandal data yang sedang berlangsung.

Komisioner privasi British Columbia secara terpisah menyelidiki AggregateIQ mengenai apakah perusahaan yang berbasis di Victoria ini telah melanggar peraturan privasi dalam kampanye Brexit.

Sebelumnya, pada hari Rabu (4/4), Facebook Kanada mengatakan bahwa lebih dari 600.000 data orang Kanada diberikan secara tidak layak dengan Cambridge Analytica.


Reporter: Agung Jatmiko
Editor: Herlina Kartika

SOCIAL MEDIA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0642 || diagnostic_web = 0.3399

Close [X]
×