kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

FBI: Ancaman China Saat Ini Lebih Berani dan Lebih Merusak


Selasa, 01 Februari 2022 / 13:32 WIB
FBI: Ancaman China Saat Ini Lebih Berani dan Lebih Merusak
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden berbicara secara virtual dengan pemimpin China Xi Jinping dari Gedung Putih di Washington, AS, 15 November 2021.


Sumber: AP | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Saya telah berbicara banyak tentang ancaman ini sejak menjadi direktur pada 2017. Ancaman ini telah mencapai tingkat yang baru, lebih berani, lebih merusak, dari sebelumnya. Sangat penting bagi kita untuk fokus pada ancaman," Wray menambahkan.

Kecurigaan AS pada China tampaknya dimulai pada tahun 2014. Saat itu, Departemen Kehakiman mendakwa lima perwira militer China atas tuduhan meretas perusahaan-perusahaan besar AS.

Satu tahun kemudian, AS dan China mengumumkan kesepakatan di Gedung Putih untuk tidak saling mencuri kekayaan intelektual atau rahasia dagang untuk keuntungan komersial.

Tahun-tahun berikutnya, AS semakin gencar melontarkan tuduhan spionase terhadap China, terutama yang berkaitan dengan peretasan dan pencurian teknologi.




TERBARU

[X]
×