kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

FBI: Ancaman China Saat Ini Lebih Berani dan Lebih Merusak


Selasa, 01 Februari 2022 / 13:32 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden berbicara secara virtual dengan pemimpin China Xi Jinping dari Gedung Putih di Washington, AS, 15 November 2021.


Sumber: AP | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Saya telah berbicara banyak tentang ancaman ini sejak menjadi direktur pada 2017. Ancaman ini telah mencapai tingkat yang baru, lebih berani, lebih merusak, dari sebelumnya. Sangat penting bagi kita untuk fokus pada ancaman," Wray menambahkan.

Kecurigaan AS pada China tampaknya dimulai pada tahun 2014. Saat itu, Departemen Kehakiman mendakwa lima perwira militer China atas tuduhan meretas perusahaan-perusahaan besar AS.

Satu tahun kemudian, AS dan China mengumumkan kesepakatan di Gedung Putih untuk tidak saling mencuri kekayaan intelektual atau rahasia dagang untuk keuntungan komersial.

Tahun-tahun berikutnya, AS semakin gencar melontarkan tuduhan spionase terhadap China, terutama yang berkaitan dengan peretasan dan pencurian teknologi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×