FBI: Peretas Korea Curi Kripto untuk Dukung Program Senjata Pemusnah Massal

Rabu, 25 Januari 2023 | 06:11 WIB Sumber: Reuters
FBI: Peretas Korea Curi Kripto untuk Dukung Program Senjata Pemusnah Massal

ILUSTRASI. FBI mengatakan, kelompok peretas Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian kripto senilai US$ 100 juta. REUTERS/Jim Bourg


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pada Senin (23/1/2023), Federal Bureau of Investigation (FBI) mengatakan, sebuah kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara, Grup Lazarus yang juga dikenal sebagai APT38, bertanggung jawab atas pencurian kripto senilai US$ 100 juta dari perusahaan kripto AS Harmony's Horizon.

Mengutip Reuters, FBI dalam sebuah pernyataan mengatakan, pada 13 Januari 2023, aktor dunia maya Korea Utara menggunakan protokol privasi yang disebut Railgun untuk mencuci ethereum senilai lebih dari US$ 60 juta yang dicuri pada bulan Juni.

Sebagian dari ethereum yang dicuri kemudian dikirim ke beberapa penyedia aset virtual dan diubah menjadi bitcoin, kata FBI.

FBI mengatakan pencurian dan pencucian mata uang virtual Korea Utara digunakan untuk mendukung program rudal balistik dan Senjata Pemusnah Massal.

Pada bulan Juni tahun lalu, Harmony yang berbasis di California mengatakan bahwa sebuah perampokan telah menghantam Horizon bridge, yang merupakan perangkat lunak dasar yang digunakan oleh token digital seperti bitcoin dan eter untuk mentransfer kripto di antara berbagai blockchain.

Baca Juga: AS Tetapkan Grup Wagner Rusia sebagai Organisasi Kriminal Transnasional

Reuters pada bulan Juni melaporkan bahwa peretas Korea Utara kemungkinan besar berada di balik serangan terhadap Harmony, mengutip tiga perusahaan investigasi digital.

Harmony mengembangkan blockchain untuk keuangan terdesentralisasi - situs peer-to-peer yang menawarkan pinjaman dan layanan lain tanpa penjaga gerbang tradisional seperti bank - dan token yang tidak dapat dipertukarkan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru