kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.019   60,00   0,33%
  • IDX 5.870   -32,60   -0,55%
  • KOMPAS100 776   -6,94   -0,89%
  • LQ45 586   -3,09   -0,52%
  • ISSI 201   -0,71   -0,35%
  • IDX30 334   -0,69   -0,21%
  • IDXHIDIV20 414   0,97   0,23%
  • IDX80 88   -0,56   -0,63%
  • IDXV30 110   -0,33   -0,30%
  • IDXQ30 108   0,50   0,47%

Peso Filipina dan Rupiah Memimpin Pelamahan di Pasar Mata Uang Asia Kamis (9/4) Pagi


Kamis, 09 April 2026 / 09:37 WIB
Peso Filipina dan Rupiah Memimpin Pelamahan di Pasar Mata Uang Asia Kamis (9/4) Pagi
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (AFP/BAY ISMOYO)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia mengalami pergerakan beragam terhadap dolar AS pada Kamis (9/4/2026), dengan peso Filipina dan rupiah Indonesia mencatat pelemahan terbesar.

Baca Juga: Shinhan Bank Jual Blok Saham Samsung Senilai US$2,1 Miliar dengan Diskon 2,5%

Melansir Reuters mengacu pada data pukul 0213 GMT, berikut pergerakan mata uang Asia:

  • Peso Filipina turun menjadi 59,665 per dolar AS dari sebelumnya 59,444, atau melemah 0,37% dalam sehari.
  • Rupiah tercatat 17.060 per dolar AS, melemah 0,32% dibandingkan penutupan sebelumnya 17.005.
  • Mata uang Asia lainnya bergerak variatif: yen Jepang melemah 0,16% ke 158,830, dolar Singapura turun 0,11% ke 1,275, sedangkan yuan Tiongkok dan rupee India relatif stabil.

Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Jepang Naik Kamis (9/4), Saat Ketidakpastian Gencatan AS-Iran

Sejak awal tahun 2026, beberapa mata uang Asia juga menunjukkan pergerakan signifikan:

  • Rupiah turun 2,29% dari 16.670 per dolar AS di akhir 2025.
  • Peso Filipina melemah 1,45% dari 58.800.
  • Yen Jepang turun 1,37%, won Korea Selatan turun 2,81%, dan baht Thailand turun 2,09%.
  • Di sisi positif, yuan Tiongkok menguat 2,23%, sementara ringgit Malaysia naik 1,91%.

Baca Juga: Veteran Angkatan Darat AS Didakwa Membocorkan Informasi Rahasia ke Jurnalis

Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar akibat perkembangan geopolitik dan negosiasi gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang masih rapuh.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×