kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Veteran Angkatan Darat AS Didakwa Membocorkan Informasi Rahasia ke Jurnalis


Kamis, 09 April 2026 / 09:14 WIB
Veteran Angkatan Darat AS Didakwa Membocorkan Informasi Rahasia ke Jurnalis
ILUSTRASI. Ilustrasi palu hakim, persidangan (KONTAN/Muradi)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Seorang veteran Angkatan Darat AS didakwa pada Rabu (8/4/2026) atas tuduhan memberikan informasi rahasia kepada seorang jurnalis untuk sebuah buku yang menuding adanya perdagangan narkoba, pembunuhan, dan korupsi di pangkalan militer tempatnya bekerja, demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS.

Melansir Reuters, Courtney Williams, 40 tahun, asal Wagram, North Carolina, didakwa oleh juri agung federal atas “diduga mentransmisikan informasi pertahanan nasional yang bersifat rahasia kepada pihak yang tidak berwenang, termasuk seorang jurnalis,” kata Departemen Kehakiman dalam pernyataan resmi. Jaksa menuduh Williams melanggar ketentuan dalam Espionage Act AS.

Baca Juga: Astronot Artemis II Bakal Gelar Konferensi Pers Pertama dari Luar Angkasa

Kasus ini muncul di tengah kekhawatiran para pendukung kebebasan berbicara terkait sikap agresif pemerintahan Trump terhadap kebocoran informasi oleh pegawai pemerintah yang kecewa dengan kebijakan dan tindakan AS.

Williams bekerja dari 2010 hingga 2016 di unit militer khusus di pangkalan Angkatan Darat AS di Fort Bragg, North Carolina, dan memiliki izin keamanan “Top Secret/Sensitive Compartmented Information,” menurut Departemen Kehakiman.

Jaksa menuduh antara 2022 dan 2025, Williams berkomunikasi berulang kali melalui telepon dan pesan teks dengan seorang jurnalis yang mencari informasi untuk artikel dan buku tentang unit tersebut.

Williams dan jurnalis itu menghabiskan lebih dari 10 jam dalam panggilan telepon dan bertukar lebih dari 180 pesan.

Walau dokumen pengadilan tidak menyebut nama jurnalis, Seth Harp menulis buku yang diterbitkan tahun lalu berjudul The Fort Bragg Cartel: Drug Trafficking and Murder in the Special Forces dan artikel pendamping yang menamai Williams sebagai sumber informasi, dengan pernyataan tertentu yang dikaitkan padanya.

Baca Juga: Nikkei Jepang Tergelincir Kamis (9/4) Pagi, Optimisme Gencatan AS-Iran Memudar

Departemen Kehakiman menilai, beberapa pernyataan tersebut mengandung “informasi rahasia pertahanan nasional.”

Jaksa juga menuduh Williams membuat pengungkapan informasi pertahanan tanpa izin melalui akun media sosialnya.

Perwakilan Williams belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Harp menilai Williams sebagai “whistleblower berani yang menyingkap diskriminasi gender dan pelecehan seksual yang merajalela di Delta Force Angkatan Darat AS.”

Harp menyebut tuduhan terhadap Williams “samar dan lemah,” karena Williams ingin disebutkan namanya dalam karyanya.

Departemen Kehakiman mengutip pesan Williams kepada jurnalis saat buku tersebut diterbitkan, yang menunjukkan kekhawatirannya tentang banyaknya informasi rahasia yang diungkap.

Ia juga mengirim pesan kepada orang lain yang tidak diidentifikasi, menyatakan takut bisa ditangkap karena pengungkapan itu.

Baca Juga: Walt Disney Dikabarkan Pangkas 1.000 Karyawan, Fokus Efisiensi di Divisi Pemasaran

Williams menandatangani perjanjian non-disclosure informasi rahasia saat bergabung dengan unit militer khusus pada 2010 dan kembali saat meninggalkan posisinya, menurut gugatan yang diajukan.

Pemerintahan AS sebelumnya, meski jarang, juga menuntut sumber kebocoran ke media yang bertujuan mengungkap kesalahan pemerintah, mulai dari kasus Pentagon Papers selama Perang Vietnam hingga log perang Irak pada abad ini.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×