Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Nikkei Jepang turun pada perdagangan Kamis (9/4/2026), setelah reli tajam pada sesi sebelumnya.
Dipicu euforia awal terkait gencatan senjata sementara dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memudar menjadi pandangan pasar yang lebih hati-hati.
Sentimen investor melemah setelah Israel melancarkan serangan terberatnya di Lebanon pada Rabu, menewaskan ratusan orang dan memicu ancaman balasan dari Iran.
Baca Juga: Walt Disney Dikabarkan Pangkas 1.000 Karyawan, Fokus Efisiensi di Divisi Pemasaran
Teheran juga menegaskan bahwa melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdamaian permanen dengan AS dianggap “tidak masuk akal”.
Melansir Reuters, Indeks Nikkei turun 0,3% ke 56.125,02 poin pada Kamis pagi waktu GMT, berpotensi menghentikan reli empat hari berturut-turut.
Sementara itu, indeks Topix lebih luas turun 0,26% ke 3.765,52 poin.
Futures Nikkei 225 di Chicago Mercantile Exchange sempat menembus level 57.000 poin semalam.
Pada sesi sebelumnya, Nikkei melonjak 5,4% ke titik tertinggi lebih dari sebulan, seiring harapan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah Presiden Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran.
Konflik enam minggu itu hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur penting untuk sekitar 20% pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global, yang mendorong harga energi dunia melonjak tajam.
Baca Juga: Harga Emas Stabil di US$4.715 Kamis (9/4) Pagi, Menunggu Kejelasan Gencatan Senjata
“Investor mulai tenang dan mempertimbangkan apakah pembicaraan perdamaian ini benar-benar akan berhasil,” ujar Takamasa Ikeda, manajer portofolio senior di GCI Asset Management.
Saham-saham chip dan terkait kecerdasan buatan juga terkoreksi, dengan Advantest turun 1,59% dan SoftBank Group merosot 3,95%.













