kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ferrari meluncurkan model Spider dan GTS dengan harga mulai Rp 4,06 miliar


Senin, 09 September 2019 / 19:20 WIB
Ferrari meluncurkan model Spider dan GTS dengan harga mulai Rp 4,06 miliar
ILUSTRASI.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - MARANELLO. Ferrari memamerkan dua mobil baru pada hari Senin (9/9) karena mengejar peluncuran agresif model premium baru untuk mempertahankan pendapatan inti dan pertumbuhan harga saham.

Sehari setelah tim Formula Satu memenangkan Grand Prix Italia untuk pertama kalinya sejak 2010, Ferrari menyingkap selimut F8 Spider dan 812 GTS untuk pelanggan dan penggemar yang berkumpul di markas bersejarahnya di Maranello, Italia utara.

Mobil sport berkinerja tinggi dan grand tourer (GT) yang lebih mudah dikendarai adalah bagian dari rencana Chief Executive Ferrari Louis Camilleri dari peluncuran 15 model baru antara 2019 dan 2022. Ferrari pun menargetkan pencapaian kenaikan signifikan harga eceran rata-rata.

Baca Juga: Startup asal Jerman akan realisasikan taksi udara di China

"Ini tidak lebih ekstrim dari 488 Pista Spider, tetapi lebih sporty dari 488 Spider yang digantikan dalam jajaran serupa," kata Ferrari tentang F8 Spider, dengan kekuatan 720 tenaga kuda, mesin delapan silinder 3,9 liter yang di pasang di belakang, dan atap keras yang bisa ditarik.

Ferrari mengatakan 812 GTS akan menjadi mobil convertible paling kuat di pasaran. "Ini juga menandai kembalinya tipe model yang telah memainkan peran penting dalam sejarah marque sejak didirikan," imbuh Camilleri kepada Reuters.

GTS memiliki mesin 12 silinder berkekuatan 800 tenaga kuda yang dipasang di depan. Harganya, € 336.000 atau setara Rp 5,2 miliar, sedangkan F8 akan dibanderol dengan harga € 262.000 atau Rp 4,06 miliar. 

Baca Juga: Peringatan resesi teranyar: Kaum tajir mulai ogah berbelanja

Pengiriman perdana diharapkan sebelum musim panas 2020.

Harga jual rata-rata untuk Ferrari adalah sekitar € 274.000 tahun lalu, termasuk suku cadang. Perhitungan ini berdasarkan data keuangan dari Ferrari.

Grand Touring

Ferrari diperkirakan akan meluncurkan satu lagi mobil mewah baru sebelum tutup tahun 2019. Dengan tambahan satu lagi sebelum akhir tahun, Ferrari meluncurkan total lima mobil baru tahun ini, termasuk F90 Stradale. Ini adalah mobil hibrid pertama Ferrari yang akan diproduksi secara luas.

"Kami ingin tumbuh, bukan dengan meningkatkan volume model yang ada tetapi dengan menambahkan anggota baru ke keluarga Ferrari," kata Kepala Pemasaran dan Komersial Enrico Galliera.

Ini adalah rilis model tertinggi untuk Ferrari dalam satu tahun. Peluncuran pun menandai periode paling sehat perusahaan Italia ini.

Baca Juga: Ferrari akan merilis mobil model GT terbaru pada bulan November

Ferrari juga telah menjanjikan beberapa mobil hibrid edisi khusus dan utility vehicle, Purosangue, yang diperkirakan meluncur pada akhir 2022. Pada tahun tersebut, Ferrari menargetkan laba inti naik dua kali lipat dan mengerek margin lebih dari 38% tanpa mengorbankan eksklusivitas.

Bulan lalu, Chairman John Elkann mengisyaratkan bahwa rilis terakhir 2019 bisa menjadi GT lain, lebih nyaman untuk dikendarai dalam perjalanan panjang. GT dari tahun 1960-an yang beberapa di antaranya memiliki tempat duduk untuk empat orang, adalah model yang paling populer di pada lelang dan acara lain. 

Elkann mengatakan bahwa Ferrari, yang mengirim kurang dari 10.000 mobil tahun lalu, tidak akan berusaha mengejar saingannya, Porsche yang menghasilkan lebih dari 250.000 mobil sport dan SUV setiap tahunnya.

Baca Juga: Mobil Mewah di Filipina Digilas Buldoser Karena Tidak Bayar Pajak

"Kami akan tetap konsisten dengan filosofi asli kami, untuk selalu memberikan satu mobil lebih sedikit dari permintaan pasar," kata Galliera, Senin.

Cavallino Rampante atau Kuda Jingkrak, yang dikenal karena silsilah balap dan mesin pembakarannya yang menderu, menargetkan 60% mobil yang dijual pada tahun 2022 merupakan hibrid. Ferrari juga mempertimbangkan model listrik penuh, tetapi itu tidak akan meluncur sebelum 2023.

Harga

Andrea Balloni, analis Mediobanca memperkirakan, Ferrari akan memperlambat peluncuran kendaraan baru di tahun-tahun mendatang. Dia memperkirakan pertumbuhan pengiriman yang lebih moderat setelah kenaikan 10,2% pada 2018 dengan angka satu digit tinggi pada 2019.

"Kita akan melihat pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dalam harga jual rata-rata Ferrari," kata analis yang berbasis di Milan itu.

"Tantangan nyata bagi Ferrari adalah seberapa jauh akan mampu mendorong kenaikan harga di tahun-tahun mendatang".

Baca Juga: Ferrari kembali rekrut kepala desainer Alfa Romeo

Ferrari tidak mengubah harga jual selama siklus hidup model, biasanya empat hingga lima tahun. Harga hanya meningkat melalui pengenalan model-model baru, yang, dalam filosofi Ferrari, selalu berarti kinerja yang lebih baik daripada yang sebelumnya.

Daftar tunggu untuk Ferrari mungkin perlu waktu hingga 2,5 tahun.

Baca Juga: Ada kawan sedang bangkrut? Ini beberapa langkah agar bisa bangkit

Minggu lalu, analis di Morgan Stanley mengatakan bahwa mereka melihat Ferrari menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama di China. Ini karena harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi "dan pada gilirannya mendukung peningkatan margin di seluruh peluncuran modelnya," ungkap Morgan Stanley.

Morgan Stanley mengatakan, Ferrari akan mengembalikan modal kepada pemegang saham dengan harga yang naik lebih dari tiga kali lipat sejak listing di bursa Milan pada Januari 2016.


Tag


TERBARU

Close [X]
×