kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Peringatan resesi teranyar: Kaum tajir mulai ogah berbelanja


Kamis, 29 Agustus 2019 / 07:46 WIB
Peringatan resesi teranyar: Kaum tajir mulai ogah berbelanja
ILUSTRASI. Lelang berlian putih di balai lelang Sothebys

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kaum kaya dunia memangkas anggaran belanja mereka terhadap barang apapun, mulai rumah hingga perhiasan. Kondisi ini semakin memicu kecemasan bahwa resesi dimulai dari kelompok kaya.

Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, tingkat penjualan di real estate, toko ritel mewah, mobil klasik, hingga barang-barang seni mencatatkan penurunan tajam.

Sementara, kelas menengah dan konsumen umum lainnya masih terus berbelanja. Menurut sejumlah ekonom, penurunan anggaran belanja secara tiba-tiba dari kelompok tajir dunia dapat menyeret perekonomian sehingga memperlambat pertumbuhan.

Baca Juga: Mengapa orang-orang terkaya Hong Kong turun gelanggang minta demo diakhiri?

Penjualan rumah mewah mengalami tahun terburuk sejak terjadinya krisis finansial, di mana properti mahal seperti di kawasan Manhattan mengalami penurunan penjualan selama enam kuartal beruntun. Berdasarkan data Redfin, penjualan rumah seharga US$ 1,5 juta atau lebih mengalami penurunan 5% di AS pada kuartal dua.

Data yang sama juga menunjukkan mansion dan penthouse yang belum terjual menjamur di seluruh negara, khususnya di Aspen, Colorado, dan Hampston di New York.

Pelaku ritel yang menyasar market kelompok 1% dunia juga mengalami kondisi menyedihkan. Barney's mengajukan file kebangkrutan dan Nordstrom membukukan penurunan pendapatan selama tiga kuartal berturut-turut. Sementara itu, Wal-Mart dan Target, yang menyasar kelompok masyarakat lebih umum, melaporkan trafik dan pertumbuhan yang lebih kuat dibanding ekspektasi.

Baca Juga: Warren Buffett: Kesuksesan sejati tidak ada hubungannya dengan uang

Indikasi lainnya dapat dilihat dari lelang mobil Pebble Beach yang dihelat pada bulan ini. Biasanya, lelang ini kerap membukukan penjualan yang melampaui harga rekor. Namun, kali ini, mobil-mobil mahal seakan tidak ada yang melirik. Sebaliknya, hampir separuh dari mobil yang ditawarkan senilai US$ 1 juta atau lebih berhasil terjual. Hanya saja, harga mobil yang dibanderol di bawah US$ 75.000 terjual sangat cepat, jauh di bawah estimasi.

Bagaimana dengan penjualan barang seni? Pada paruh pertama 2019, penjualan lelang seni mengalami penurunan untuk kali pertama dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan di balai lelang Sotheby's melorot 10%. Sementara penjualan di Christie's anjlok 22% dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Di tengah perang dagang AS-China, Elon Musk dan Jack Ma jadi pembicara di Shanghai

Banyak alasan mengapa kaum kaya enggan berbelanja. Perubahan pajak, misalnya, menjadi salah satu alasan mengapa penjualan real estate melorot.




TERBARU

Close [X]
×