Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan bahwa Iran tetap akan berpartisipasi di ajang Piala Dunia FIFA yang digelar musim panas ini di Amerika Utara.
Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Menteri Olahraga Iran menyebut negaranya tidak bisa ikut serta, sementara Presiden Donald Trump juga mengkhawatirkan aspek keselamatan para pemain.
Baca Juga: AS Ancam Sanksi Pembeli Minyak Iran, China Diperkirakan Hentikan Impor
Namun, Infantino menegaskan bahwa Iran berhak tampil karena telah lolos kualifikasi.
“Iran pasti datang. Mereka mewakili rakyatnya dan para pemain ingin bermain,” ujarnya dilansir dari Reuters Rabu (15/4/2026).
Harapan Situasi Kondusif
Infantino berharap kondisi geopolitik akan membaik menjelang turnamen. Ia menekankan bahwa olahraga seharusnya berada di luar ranah politik, meskipun realitas di lapangan tidak selalu demikian.
Ia juga mengungkapkan telah bertemu langsung dengan tim nasional Iran saat pemusatan latihan di Antalya, Turki, dan memastikan kesiapan mereka untuk tampil.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Melemah Tipis Rabu (15/4), Pasar Cermati Perkembangan AS-Iran
Jadwal Iran di AS
Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di AS. Mereka akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles, dilanjutkan melawan Belgia pada 21 Juni di kota yang sama.
Pada laga ketiga, Iran akan bertemu Mesir di Seattle pada 26 Juni. Jika lolos ke fase gugur, seluruh pertandingan lanjutan juga akan digelar di AS.
Sebelumnya, Iran sempat meminta agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko yang juga menjadi tuan rumah bersama AS dan Kanada, namun permintaan tersebut ditolak.
Baca Juga: Erdogan Dorong Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran
Sorotan Keamanan dan Antusiasme Tinggi
Isu keamanan menjadi perhatian utama penyelenggara, mengingat potensi risiko dari konflik geopolitik serta tingginya mobilitas suporter internasional.
Infantino menyebut minat terhadap turnamen ini sangat tinggi, dengan lebih dari 500 juta permintaan tiket dari seluruh dunia.
“Keamanan adalah hal yang krusial. Namun faktanya, permintaan tiket datang dari 211 negara. Semua orang ingin datang,” ujarnya.
Baca Juga: NATO Optimistis Pendanaan Bantuan Militer Ukraina Tercapai Meski Beban Belum Merata
Target Sukses Turnamen
Bagi Infantino, kesuksesan Piala Dunia tidak hanya diukur dari sisi olahraga, tetapi juga keamanan.
“Sukses berarti tidak ada insiden dari sisi keamanan, serta pertandingan yang menarik dan menghibur bagi semua orang,” katanya.
Sebagai catatan, belum pernah ada tim nasional yang mundur dari Piala Dunia sejak edisi 1950.
Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa partisipasi Iran tetap diupayakan meski di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.













