Filipina Berencana Rilis Obligasi Ritel Pertama di Bawah Era Ferdinand Marcos

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:14 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Filipina Berencana Rilis Obligasi Ritel Pertama di Bawah Era Ferdinand Marcos

ILUSTRASI. Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr. (Photo by Artur Widak/NurPhoto via Reuters)


KONTAN.CO.ID - MANILA. Filipina berencana untuk menjual obligasi mata uang lokal pertamanya kepada investor ritel sejak Ferdinand Marcos Jr. menjadi presiden pada Juni untuk membantu mendanai rekor pengeluaran untuk mendorong pemulihan negara dari pandemi.

Mengutip Bloomberg (18/8), pemerintah akan menjual obligasi setidaknya senilai 30 miliar peso setara US$ 537 juta yang ditargetkan pada investor ritel, dan memungkinkan pemegang yang ada untuk menukar utang yang jatuh tempo tahun ini dan awal tahun depan untuk sekuritas baru, menurut bankir yang terlibat dalam transaksi. 

“Jumlah yang akan dikumpulkan kemungkinan akan cukup besar mengingat persyaratan besar pemerintah,” ujar salah satu bankir.

Investor ritel merupakan sumber pembiayaan besar-besaran untuk Filipina dan pemerintah dengan mengumpulkan US$ 8,2 miliar pada bulan Maret, setara dengan seperempat dari program pinjaman lokal tahun ini. 

Baca Juga: Taiwan Pamerkan Jet Tempur Tercanggih Pasca Latihan Militer China

Adapun, pemerintah mengambil keuntungan dari penurunan imbal hasil obligasi untuk mengunci biaya pinjaman yang lebih murah, karena pemerintahan baru Marcos merencanakan pengeluaran infrastruktur yang besar untuk memacu perekonomian.

“Mengingat selera yang kuat dalam lelang sebelumnya, pemerintah dapat dengan mudah mengumpulkan 400 hingga 500 miliar peso,” kata Michael Ricafort, kepala ekonom Rizal Commercial Banking Corp di Manila.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, pasokan utang baru akan membatasi penurunan pada imbal hasil lokal. Tetapi dalam jangka panjang, itu dapat membantu mendorong imbal hasil lebih rendah karena penerbitan besar berarti lebih sedikit pasokan utang di masa depan.

“Biro Keuangan akan mengadakan lelang penetapan harga untuk penjualan obligasi yang direncanakan pada 23 Agustus,” kata para bankir.

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru