kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

FOREX: Sinyal Kuat dari Brexit bagi penguatan GBP/USD hari ini


Senin, 14 Oktober 2019 / 09:55 WIB

FOREX: Sinyal Kuat dari Brexit bagi penguatan GBP/USD hari ini
ILUSTRASI. Uang poundsterling dalam mesin kasir sebuah bar di Manchester, Inggris, 6 September 2017. REUTERS/Phil Noble.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinyal positif dari rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) dengan kesepakatan (deal Brexit), sukses mendorong pasangan mata uang GBP/USD menguat di akhir pekan lalu.

Proyeksinya, penguatan tersebut masih akan berlanjut dan memungkinkan bagi trader untuk pasang posisi buy pair ini.

Sebagaimana kita tahu, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu (11/10) pasangan GBP/USD menguat 0,86% ke level 1.2660.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengungkapkan, penguatan GBP/USD terjadi setelah para trader berbondong-bondong mengubah prediksi mereka menjadi lebih positif terhadap kesepakatan Brexit.

Baca Juga: Harga emas spot pagi ini melemah di kisaran US$ 1.485,89 per ons troi

Uni Eropa telah mengirim kepala negosiatornya ke London guna melanjutkan perundingan. Negosiator Brexit dari pihak Uni Eropa, Michael Barnier, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pertemuan yang konstruktif dengan negosiator Inggris, Stephen Barclay.
 
Selain itu, 27 negara Uni Eropa lainnya pun memberikan lampu hijau bagi Barnier untuk kembali mencoba dan menyusun kesepakatan pencabutan keanggotaan Inggris dari Uni Eropa sebelum deadline tanggal 31 Oktober.

Di sisi lain, Dollar AS terbebani oleh meningkatnya minat pasar terhadap aset berisiko, menyusul perkembangan terbaru perundingan dagang AS-China yang dikabarkan cukup positif.

Baca Juga: Harga emas tertekan minat pasar terhadap aset berisiko

Namun, kemungkin bukan hanya itu saja yang menekan Greenback. Lemahnya data inflasi AS yang dirilis pada Kamis (10/10) juga menumbuhkan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunganya satu kali lagi.

"Nampaknya hal tersebut menyebabkan para trader memanfaatkan momentum dengan melancarkan aksi beli terhadap Poundsterling," ungkap Sakti kepada Kontan, Minggu (13/10).

Selain itu, menurut narasumber Reuters, Barnier juga sempat mengatakan kepada negara-negara anggota Uni Eropa lainnya bahwa Inggris telah mengubah posisinya. Inggris sekarang sudah menerima bahwa mereka tidak bisa mengutak-atik perbatasan di wilayah Irlandia.

Kabar tersebut menyusul kabar pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dan PM Irlandia Leo Varadkar. Dua kepala negara itu menerbitkan pernyataan gabungan yang menyebut bahwa mereka sudah melihat jalan yang mengarah ke kesepakatan yang memungkinkan.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan

Tag

Close [X]
Close [X]
×