kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Frasers Naikkan Saham Hugo Boss di Atas 50%, Chairman Siap Mundur


Senin, 14 September 2026 / 15:47 WIB
Frasers Naikkan Saham Hugo Boss di Atas 50%, Chairman Siap Mundur
ILUSTRASI. HUGO BOSS (REUTERS/Maxim Shemetov)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Frasers Group semakin mendekati pengambilalihan perusahaan fesyen asal Jerman, Hugo Boss.

Chairman Hugo Boss Stephan Sturm akan mengundurkan diri dari jabatannya, seiring dengan langkah Frasers yang berencana meningkatkan kepemilikannya menjadi lebih dari 50%.

Melansir Reuters, Hugo Boss mengatakan pada Senin (14/9/2026) bahwa Sturm akan mundur dari posisi chairman sekaligus anggota dewan pengawas (supervisory board). Perusahaan juga segera memulai proses pencarian pengganti Sturm.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Panas, Rupiah dan Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Frasers Group, peritel asal Inggris yang dikendalikan miliarder Mike Ashley, menyebut telah mencapai kesepakatan dengan Sturm mengenai transisi kepemimpinan di dewan pengawas Hugo Boss.

"Frasers dan Mr Sturm telah sepakat bahwa Mr Sturm akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai chairman dan anggota dewan pengawas sesegera mungkin," kata Frasers dalam pernyataannya.

Meski demikian, Sturm akan tetap menjabat sebagai chairman hingga penggantinya terpilih.

Frasers incar lebih dari 50% saham Hugo Boss

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting bagi Frasers yang tengah memperbesar ekspansi ke segmen premium dan mewah.

Frasers pada bulan ini mengungkapkan rencana meningkatkan kepemilikannya di Hugo Boss menjadi lebih dari 50%, dari posisi saat ini sekitar 48%.

Jika terealisasi, Frasers berpotensi memperoleh kendali mayoritas atas perusahaan fesyen tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari 2% Menyusul Serangan Baru di Arab Saudi & Selat Hormuz

Selain meningkatkan kepemilikan saham, Frasers juga berupaya memperbesar keterwakilannya di dewan pengawas Hugo Boss.

Frasers mengusulkan mantan sekretaris perusahaan tersebut, Robert Palmer, untuk bergabung sebagai perwakilan kedua Frasers di dewan pengawas.

Palmer akan bergabung dengan CEO Frasers Michael Murray yang telah menjadi perwakilan perusahaan di jajaran tersebut.

Frasers mengatakan, perubahan tersebut diperlukan ketika Hugo Boss memasuki "babak baru" dalam sejarah perusahaan.

Memperluas kerajaan ritel Mike Ashley

Hugo Boss akan menjadi tambahan terbaru dalam kerajaan ritel Mike Ashley yang terus berkembang.

Melalui Frasers Group, Ashley mengendalikan sejumlah jaringan ritel, termasuk Sports Direct dan House of Fraser.

Frasers juga memiliki kepemilikan di sejumlah perusahaan ritel lainnya seperti Asos, Debenhams dan Currys.

Baca Juga: Zelenskiy Desak Parlemen Segera Copot Jaksa Agung Ukraina, Ini Alasannya

Pada bulan lalu, Frasers juga mengakuisisi Harvey Nichols, jaringan department store mewah asal Inggris.

Ekspansi tersebut menunjukkan strategi Frasers untuk memperbesar eksposur di segmen premium dan luxury, sekaligus memperluas portofolio bisnis ritelnya di pasar Inggris dan Eropa.

Dengan kepemilikan Hugo Boss yang sudah mendekati 50%, rencana peningkatan saham di atas ambang mayoritas akan menjadi langkah penting dalam strategi ekspansi Frasers di industri fesyen premium.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×