kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

G20 desak China lebih fleksibel dalam nilai tukar yuan


Kamis, 03 November 2011 / 10:54 WIB
ILUSTRASI. Merebaknya pandemi Covid-19 telah menekan jumlah transaksi pembayaran lewat mesin EDC.


Reporter: Edy Can, , | Editor: Edy Can

CANNES. China bakal kembali mendapat tekanan dalam pertemuan G20 yang berlangsung di Cannes, Prancis. Raksasa Asia itu diharapkan lebih fleksibel dalam menjaga nilai tukar mata uangnya.

Adanya tekanan terhadap China ini terlihat dalam draf pernyataan bersama G20. Draf itu mendesak supaya China lebih fleksibel dalam menjaga nilai tukar mata uangnya untuk mengangkat perdagangan global dan menyeimbangkan investasi.

Seorang sumber membisikkan, negara G20 akan menentukan untuk meningkatkan pelonggaran nilai tukar dalam pertemuan ini. Menurutnya, bahasa yang dipakai akan lebih tegas dan keras dari sekadar kata "komitmen".

Asal tahu saja, dalam komunike terakhir di Seoul, Korea Selatan, negara-negara G20 sepakat maju bersama ke pasar yang ditentukan sistem nilai tukar dan meningkatkan fleksibelitas nilai tukar yang mencerminkan fundamental ekonomi.

Pernyataan bersama yang akan diterbitkan tersebut juga mendesak China lebih responsif terhadap pasar. Sebelumnya, G20 telah mendorong negara yang memiliki neraca perdagangan surplus seperti China membantu menyeimbangkan perekonomian global. Caranya dengan mendorong konsumsi masyarakat yang lebih besar.

Rencananya, pernyataan bersama itu akan disetujui para kepala negara G20 dan dilansir besok (4/11). Yang, pasti China masih menentang draf tersebut.





TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×