kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Ganja medis pertama di Thailand mulai dikirim pekan depan


Jumat, 02 Agustus 2019 / 20:53 WIB
Ganja medis pertama di Thailand mulai dikirim pekan depan


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

GPO akan mulai menanam ganja di ladang kedua akhir bulan ini dan pada awal 2020. Mereka berencana memperluas produksi ke budidaya rumah kaca dan memproduksi 150.000-200.000 botol minyak.

"Kami harus mempercepat produksi karena ada pasokan yang kurang," kata Withoon.

Selama lima tahun, investor asing dan impor ganja akan dilarang, sehingga memungkinkan industri dalam negeri meningkatkan kapasitas dan pengetahuan.

Baca Juga: Perusahaan ganja Australia ini berencana IPO di pasar modal Jerman

Universitas Rangsit Thailand mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah menghasilkan empat jenis produk ganja medis.

Medical Cannabis Research Institute universitas telah meluncurkan prototipe tablet air ganja, minyak ganja, semprotan oral, dan phrasa kamcha -resep pengobatan tradisional.

"Kami akan melanjutkan penelitian tentang obat-obatan ganja karena kami yakin ada potensi besar di dalamnya," kata rektor universitas, Arthit Ourairat, kepada wartawan.

Anutin Charnvirakul, seorang politisi yang berkampanye untuk melegalkan ganja dan sekarang menjabat menteri kesehatan, mengatakan bahwa ganja hanya boleh digunakan untuk keperluan medis, bukan rekreasi.

Baca Juga: Ganja atasi migrain?

Kebijakan yang menyusul akan memungkinkan sukarelawan kesehatan masyarakat menanam ganja di rumah untuk manfaat kesehatan, tetapi itu akan diizinkan untuk menjualnya 

Pemerintah baru mengatakan telah menjadikan pengembangan industri ganja medis sebagai prioritas utama untuk menciptakan peluang ekonomi di daerah pedesaan. 

Baca Juga: Jamaika legalkan mengkonsumsi ganja

(Pelaporan oleh Chayut Setboonsarng; Editing oleh Robert Birsel dan Alex Richardson)




TERBARU

[X]
×