kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Gara-gara corona, kinerja perbankan di China dipastikan bakal anjlok


Senin, 24 Agustus 2020 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Kantor cabang Bank of China di Shenzhen, China November 29, 2017. REUTERS/Staff/File Photo 


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Industri perbankan China diperkirakan akan membakar 3,4 triliun yuan atau US$ 490 miliar kredit macet pada tahun 2020 untuk menahan risiko keuangan dalam ekonomi yang terdampak oleh Covid-19 menurut kantor berita resmi Xinhua. 

CBIRC dan bank tidak segera menanggapi permintaan komentar, tetapi regulator mengatakan dalam pernyataannya pada hari Sabtu pekan lalu, bahwa sektor perbankan telah mengorbankan laba lebih dari 870 miliar yuan dalam tujuh bulan pertama tahun 2020. 

Baca Juga: Memanas, TikTok akhirnya gugat pemerintah AS hari ini

Di sisi lain, ekonomi China kembali pulih pada kuartal II setelah anjlok akibat virus di awal tahun, tetapi para analis mengatakan kondisi ekonomi belum bisa dikatakan baik. Regulator pun mendesak perbankan untuk menawarkan pinjaman dengan harga murah dan fokus pada segmen usaha kecil untuk mendukung lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. 

"Sangat mungkin bank-bank akan terus menerapkan beberapa kebijakan stimulus fiskal dan moneter untuk melawan dampak Covid-19 di paruh kedua tahun 2020," kata Zhang Chi, Direktur Pemeringkat Fitch Bohua, di China. 

Suku bunga yang rendah, pemotongan biaya, dorongan kredit dan langkah-langkah penangguhan atau restrukturisasi pinjaman ke depan dipastikan akan terus menekan margin bunga bersih perusahaan pembiayaan termasuk perbankan. 




TERBARU

[X]
×