kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Gara-gara demonstrasi berkepanjangan, pariwisata Hong Kong terkapar


Minggu, 25 Agustus 2019 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Pariwisata Hong Kong


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Federasi Perdagangan Hong Kong bahkan menyatakan tingkat okupansi yang rendah bisa menyebabkan pemangkasan pekerja secara besar-besaran. Apalagi jika protes masih terus berlanjut.

The InterContinental Hotel, grup hotel bintang lima di Hong Kong misalnya sudah memberikan pemberitahuan kepada para pekerjaannya untuk mengambil pesangon pada Agustus dan September. Sementara situasi lebih buruk juga dialami oleh hotel di kelas bawahnya.

Baca Juga: China akan melawan balik langkah terbaru AS yang meningkatkan tarif

Tak cuma sektor pariwisata yang terhantam aksi unjuk rasa berkalanjutan ini, industri properti juga ikut terpukul. Sejumlah flat berukuran 35 m2 di Fanling Town Center yang merupakan bagian dari pusat perbelanjaan terbesar di Hong Kong: Fanling mulai dijual dengan harga HK$ 4,8 juta. Nilai tersebut 9% lebih rendah dibandingkan harga normalnya.

Merosotnya industri pariwisata Hong Kong sejatinya disadari betul oleh para demonstran. Sebaliknya hal tersebut justru dilakukan dengan sengaja. Sebab, wisatawan yang datang ke Hong Kong paling besar berasal dari Cina. Sepanjang semester 1-2019 ada 27,57 juta wisatawan Cina yang datang ke Hong Kong.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan asal negara wisatawan lainnya. Taiwan yang menduduki peringkat kedua misalnya dalam periode yang sama cuma jumlah wisatawannya yang datang ke Hong Kong cuma sekitar 900 ribu.

BBC melaporkan bahwa wisatawan China diincar untuk mendapatkan pesan para demonstran. Sebab, informasi disensor ketat oleh pemerintah China, maupun melalui media massa pemerintah yang justru melabeli aksi unjuk rasa masyarakat Hong Kong sebagai aksi yang merusak kota-kota.

Baca Juga: China bisa mengalahkan militer AS di Asia dalam hitungan jam

Sementara sejak Juli lalu, para demonstran juga dalam aksinya selalu membagikan selebaran di destinasi-destinasi utama kunjungan wisatawan, maupun pusat perbelanjaan misalnya Tsim Sha Tsui.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×