kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Gara-gara makanan kimchi, Korea Selatan dan China perang di media sosial


Selasa, 01 Desember 2020 / 06:18 WIB
Gara-gara makanan kimchi, Korea Selatan dan China perang di media sosial
ILUSTRASI. China baru-baru ini memenangkan sertifikasi dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk Pao Cai. REUTERS/Tingshu Wang


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Upaya China untuk memenangkan sertifikasi internasional untuk Pao Cai,  hidangan sayur acar dari Sichuan, berubah menjadi pertikaian media sosial antara warga China dan Korea Selatan. Pertikaian tersebut terkait dengan asal usul Kimchi, masakan pokok Korea Selatan yang terbuat dari kubis.

Melansir Reuters, Beijing baru-baru ini memenangkan sertifikasi dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk Pao Cai, sebuah pencapaian yang dilaporkan oleh Global Times sebagai "standar internasional untuk industri Kimchi yang dipimpin oleh China."

Media Korea Selatan dengan cepat membantah klaim seperti itu dan menuduh tetangganya mencoba menjadikan Kimchi sejenis Pao Cai buatan China.

Episode tersebut memicu kemarahan di media sosial Korea Selatan.

Baca Juga: Nilai tukar mata uang volatil, Kim Jong-un tembak mati pengusaha valas

"Benar-benar omong kosong, sungguh pencuri yang mencuri budaya kita!" seorang netizen Korea Selatan menulis di Naver.com, portal web yang sangat populer.

“Saya membaca berita media bahwa China sekarang mengatakan Kimchi adalah milik mereka, dan bahwa mereka membuat standar internasional untuk itu, Itu tidak masuk akal. Saya khawatir mereka akan mencuri Hanbok dan konten budaya lainnya, bukan hanya Kimchi,” kata Kim Seol-ha, 28 tahun di Seoul.

Beberapa media Korea Selatan bahkan menggambarkan episode tersebut sebagai "upaya China untuk mendominasi dunia," sementara beberapa komentar media sosial menandai kekhawatiran bahwa Beijing melakukan "pemaksaan ekonomi."

Baca Juga: NATO: Kebangkitan China menimbulkan tantangan penting bagi keamanan kami

Di Weibo -seperti Twitter- di China, warganet China mengklaim Kimchi sebagai hidangan tradisional negara mereka sendiri, karena sebagian besar Kimchi yang dikonsumsi di Korea Selatan dibuat di China.

"Nah, jika Anda tidak memenuhi standar, maka Anda bukan kimchi," tulis seseorang di Weibo. "Bahkan pelafalan kimchi berasal dari bahasa China, apa lagi yang bisa dikatakan," tulis yang lain.

Kementerian pertanian Korea Selatan pada hari Minggu merilis pernyataan yang terutama mengatakan bahwa standar yang disetujui ISO tidak berlaku untuk Kimchi.

"Tidak pantas untuk melaporkan (tentang Pao Cai memenangkan ISO) tanpa membedakan Kimchi dari Pao Cai dari Sichuan di China," demikian bunyi pernyataan itu.

 

Selanjutnya: Inilah pesaing terkuat Jack Ma untuk jadi orang terkaya di China

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×