kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Gara gara pandemi, sektor swasta Arab Saudi kembali tertekan


Minggu, 05 Juli 2020 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. Pemadangan kota Riyadh, setelah pemerintah melonggarkan jam malam, diberlakukan untuk menekan laju sebaran virus corona (COVID-19), di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/6/2020). REUTERS/Ahmed Yosri


Reporter: Annisa Fadila | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - DUBAI.  PMI Arab Saudi secara musiman turun menjadi 47,7% pada Juni. Padahal, pada bulan Mei lalu tercatat 48,1%, hal ini menyebabkan kontraksi pada pertumbuhan harga minyak.

sektor swasta mengalami penurunan yang signifikan pada bulan Juni. Hal ini bertepatan dengan kepemimpinan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman di pusat reformasi yang sebelumnya memiliki misi untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada kerjaan,

Baca Juga: Kirim pesan kepada China, Jepang dan India gelar latihan perang di Samudera Hindia

Untuk diketahui, Arab Saudi yang memiliki angka kematian tinggi akibat virus corona sedang berupaya untuk meminimalisir penularan. Tercatat, pada 1 Juli 2020 adapun korban yang terinfeksi mencapai 197.608 jiwa dengan total kematian 1.752 jiwa. Padahal, pembatasan wilayah telah diberlakukan oleh pemerintah setempat.

Oleh sebabnya, ketenagakerjaan di sektor swasta pun ikut menurun. Terlebih, perusahaan telah memangkas pekerja untuk mengurangi biaya pengeluaran di tengah kekhawatiran prospek bisnis.

Dilansir dari Reuters, IHS Markit menyebutkan untuk pertama kalinya bulan Juni mengisyaratkan ekspektasi bisnis tahun depan berubah negatif sejak indeks mengalami penurunan pada Juli 2012.

Melihat hal itu, Arab Saudi telah mengambil langkah untuk mendukung sektor swasta. Kantor Berita Arab Saudi (SPA) melaporkan, hal itu telah menjadi keputusan Raja Salman sejak Kamis lalu.

Baca Juga: Tegang di Hilamaya, Asia Selatan jadi hotspot baru yang bisa memicu perang

Akan tetapi, kenaikan pajak pada bulan Juli diperkirakan akan mendorong inflasi, mengurangi permintaan konsumen serta memperlambat pemulihan ekonomi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×