kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kirim pesan kepada China, Jepang dan India gelar latihan perang di Samudera Hindia


Minggu, 05 Juli 2020 / 09:46 WIB
Kirim pesan kepada China, Jepang dan India gelar latihan perang di Samudera Hindia
ILUSTRASI. Kapal induk Jepang Izumo. Jepang dan India gelar latihan perang di Samudera Hindia. Mandatory credit Kyodo/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. EDITORIAL USE ONLY. MANDATORY CREDIT. JAPAN OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIA

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Latihan bersama yang digelar oleh angkatan laut India dan Jepang di Samudra Hindia pada pekan lalu memberi indikasi bahwa kedua negara semakin dekat untuk menghadapi apa yang mereka anggap sebagai ancaman bersama dari China.

Dilansir dari South China Morning Post, latihan militer bersama yang melibatkan kedua negara ini memang tidak jarang dilakukan, namun kegiatan terakhir terjadi di tengah ketegangan yang dialami kedua negara dengan Beijing.

Baca Juga: Ditekan soal isu LGBT, Putin sindir bendera pelangi yang dikibarkan kedutaan Amerika

Pasukan India dan China tetap terkunci dalam pertempuran di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan di mana 20 tentara India tewas dalam bentrokan baru-baru ini dengan pasukan China.

Sementara Jepang dan China bersitegang dalam perang kata-kata mengenai langkah Jepang untuk mengubah administrasi status Kepulauan Senkaku, yang diklaim China sebagai Kepulauan Diaoyu.

New Delhi dan Beijing saling menyalahkan atas kematian di Himalaya. Dimana Duta Besar China untuk India Sun Weidong mengatakan pasukan India bertanggung jawab atas bentrokan itu karena mereka telah melewati Garis Kontrol Aktual yang bertindak sebagai perbatasan de facto. 

Sebagai tanggapan, Duta Besar India untuk China Vikram Misri memperingatkan riak dan dampak dalam hubungan diplomatik karena China berusaha mengubah status quo di darat secara paksa.

Baca Juga: Tegang di Hilamaya, Asia Selatan jadi hotspot baru yang bisa memicu perang

Lalu di saat Tokyo dan Beijing telah saling perang kata-kata atas kepulauan di Laut China Timur, Kementerian Luar Negeri China menyebut langkah Jepang sebagai provokasi serius terhadap kedaulatan wilayah China.

Sementara Menteri Pertahanan Jepang Taro Kano menanggapi bahwa Tokyo akan memantau niat Beijing, dan bukan hanya kemampuan perangnya.


Tag

TERBARU

[X]
×