kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ditekan soal isu LGBT, Putin sindir bendera pelangi yang dikibarkan kedutaan Amerika


Minggu, 05 Juli 2020 / 07:22 WIB
Ditekan soal isu LGBT, Putin sindir bendera pelangi yang dikibarkan kedutaan Amerika
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin. Ditekan soal isu LGBT, Putin ejek bendera pelangi yang dikibarkan kedutaan AS. Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.

Sumber: AFP | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengejek bendera pelangi yang menjadi identitas LGBT yang dikibarkan oleh Kedutaan Besar Amerika Setikat di Moskow. 

Pada konferensi yang disiarkan televisi, seorang anggota parlemen Rusia mengatakan kepada Putin bahwa kedutaan AS mesang bendera pelangi LGBT untuk pertama kalinya pada perayaan bulan bersejarah bagi komunitas LGBT. 

Baca Juga: AS kirim dua kapal induk dan kapal perang ke Laut China Selatan, untuk apa?

"Siapa yang bekerja di gedung ini?" tanya Putin kepada Senator Alexei Pushkov. Alexei pun menjawab bahwa yang mengibarkan bendera tersebut adalah orang Amerika.

"Biarkan mereka merayakannya. Mereka menunjukkan dengan jelas siapa saja orang-orang yang bekerja di sana," kata Putin sambil tersenyum seperti dilansir dari AFP.

Putin menyampaikan ejekan itu setelah menandatangani amendemen konstitusi yang mendapat dukungan publik dalam pemungutan suara nasional.  Dalam amendemen tersebut, ada klausul pernikahan antara pria dan perempuan, yang bertujuan mencegah legalisasi serikat gay. 

Meski begitu, Putin mengatakan bahwa Rusia tidak mendiskriminasi orang-orang berdasarkan orientasi seksual. Dia mengatakan undang-undang larangan hubungan homoseksual yang dia tandatangani pada 2013, ditujukan untuk mencegah pemalsuan hubungan semacam itu pada anak-anak. 

Baca Juga: Tegang di Hilamaya, Asia Selatan jadi hotspot baru yang bisa memicu perang

Namun, UU itu telah digunakan sebagai alasan untuk melarang kegiatan Pride month.  "Biarkan seseorang tumbuh dewasa, menjadi dewasa, dan dia putuskan sendiri jalannya. Kamu seharusnya tidak memaksakan apa pun," desak Putin. 



TERBARU

[X]
×