kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.000   0,00   0,00%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Gara-gara virus corona, ekonomi Thailand kontraksi 1,8% di kuartal I-2020


Senin, 18 Mei 2020 / 11:39 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi Thailand kontraksi pada kuartal I-2020


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Ini akan menjadi penurunan terburuk sejak 1998 ketika krisis keuangan Asia merusak perekonomian Thailand. 

Hal tersebut terjadi setelah pemerintah juga memotong proyeksi ekspor dan jumlah turis asing tahun ini. Padahal kedua sektor ini menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi Thailand.

Secretary General of the National Economic and Social Development Council (NESDC) Thosaporn Sirisumphand mengatakan, ekonomi Thailand diprediksi belum akan bangkit dalam waktu dekat. "Bahkan, di kuartal kedua, ekonomi Thailand diperkirakan terpukul paling keras," kata dia dalam pengarahan singkat.

Baca Juga: Anjlok dua kuartal berturut-turut, ekonomi Jepang masuk jurang resesi

Sebagian besar ekonom memperkirakan, bank sentral Thailand akan memangkas suku bunga utamanya lebih jauh dari rekor terendah 0,75% pada pertemuan berikutnya yang berlangsung pada Rabu (20/5) untuk membantu mendukung perekonomian.

Ekonomi Thailand sangat bergantung pada perdagangan dan pariwisata global, yang telah menerima pukulan dari pandemi yang telah menginfeksi lebih dari 4 juta orang secara global.




TERBARU

[X]
×