kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Gedung Putih Siapkan Aturan Baru untuk Longgarkan Pembatasan AI Anthropic


Rabu, 29 April 2026 / 10:13 WIB
Gedung Putih Siapkan Aturan Baru untuk Longgarkan Pembatasan AI Anthropic
ILUSTRASI. Logo AI Anthropic (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan panduan baru yang berpotensi membuka jalan bagi lembaga federal untuk tetap mengadopsi model kecerdasan buatan (AI) terbaru, meskipun menghadapi kekhawatiran risiko rantai pasok.

Menurut laporan Axios yang dikutip Reuters Selasa (28/4/2026), Gedung Putih sedang menyusun draf kebijakan yang memungkinkan instansi pemerintah mengabaikan penilaian risiko yang sebelumnya diberikan kepada perusahaan AI Anthropic.

Baca Juga: Donald Trump Klaim Raja Charles Sepakat Iran Tak Boleh Punya Nuklir

Langkah ini sekaligus menjadi upaya meredakan ketegangan antara pemerintah AS dan perusahaan tersebut.

Draf kebijakan yang tengah dipertimbangkan disebut dapat memberikan jalur bagi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk melonggarkan sikap terhadap Anthropic, setelah hubungan keduanya sempat memanas.

Sebelumnya, Anthropic menghadapi konflik dengan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) setelah perusahaan itu menolak menghapus pembatasan (guardrails) pada sistem AI mereka, khususnya terkait penggunaan untuk senjata otonom dan pengawasan domestik.

Sikap tersebut membuat Pentagon menetapkan Anthropic sebagai risiko dalam rantai pasok.

Baca Juga: Rupiah Loyo Rabu (29/4) Pagi, Bersama Peso Filipina Pimpin Pelemahan di Asia

Namun, dalam perkembangan terbaru, Trump menyatakan bahwa Anthropic mulai menunjukkan sikap yang lebih kooperatif di mata pemerintah, menyusul pertemuan CEO Anthropic, Dario Amodei, dengan pejabat Gedung Putih.

“Ini mungkin saja terjadi. Kami ingin orang-orang paling cerdas,” ujar Trump dalam wawancara dengan CNBC, menanggapi kemungkinan kerja sama dengan Pentagon.

Langkah Gedung Putih ini juga muncul tidak lama setelah Anthropic meluncurkan model AI terbarunya, Mythos, yang diklaim sebagai sistem paling canggih yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut.

Sejumlah pakar menilai teknologi ini memiliki kemampuan tinggi dalam mengidentifikasi celah keamanan siber, sekaligus merancang metode eksploitasi, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pemerintah terkait potensi penyalahgunaan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Lanjutkan Tren Kenaikan Rabu (29/4) Pagi, Brent Tembus US$111,78

Meski sebagian pejabat di Pentagon masih bersikukuh dengan penilaian risiko terhadap Anthropic, sejumlah pihak lain menilai konflik ini justru kontraproduktif dan mendorong perlunya solusi kompromi.

Namun demikian, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa negosiasi antara kedua pihak masih berpotensi berlangsung alot, dan belum ada kepastian apakah kesepakatan akhir dapat segera tercapai.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×