kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.333   67,00   0,39%
  • IDX 7.105   32,73   0,46%
  • KOMPAS100 959   4,56   0,48%
  • LQ45 686   3,36   0,49%
  • ISSI 256   0,75   0,29%
  • IDX30 381   2,16   0,57%
  • IDXHIDIV20 467   3,16   0,68%
  • IDX80 108   0,58   0,55%
  • IDXV30 136   1,26   0,94%
  • IDXQ30 121   0,66   0,55%

Harga Minyak Dunia Lanjutkan Tren Kenaikan Rabu (29/4) Pagi, Brent Tembus US$111,78


Rabu, 29 April 2026 / 09:22 WIB
Harga Minyak Dunia Lanjutkan Tren Kenaikan Rabu (29/4) Pagi, Brent Tembus US$111,78
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Pavel Mikheyev)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (29/4/2026), melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan ini dipicu laporan bahwa Amerika Serikat (AS) berencana memperpanjang blokade terhadap Iran, yang berpotensi memperpanjang gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan Presiden AS Donald Trump telah menginstruksikan para penasihatnya untuk menyiapkan skenario blokade jangka panjang terhadap Iran.

Langkah ini bertujuan menekan perekonomian dan ekspor minyak Iran dengan membatasi aktivitas pelayaran ke dan dari pelabuhan negara tersebut.

Baca Juga: FIFA Perbesar Insentif Tim Piala Dunia 2026, Total Dana Naik 15%

Melansir Reuters, harga minyak acuan global Brent crude untuk kontrak Juni naik 52 sen atau 0,47% ke level US$111,78 per barel pada pukul 01.54 GMT, menandai kenaikan selama delapan hari berturut-turut.

Sementara kontrak Juli yang lebih aktif diperdagangkan berada di US$104,84 per barel, naik 0,4%.

Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni menguat 57 sen atau 0,57% ke level US$100,50 per barel, setelah sebelumnya melonjak 3,7%. WTI tercatat naik dalam tujuh dari delapan sesi terakhir.

Analis Haitong Futures, Yang An, menilai reli harga minyak saat ini didorong oleh gangguan pasokan akibat blokade di kawasan strategis.

“Jika AS benar-benar memperpanjang blokade, maka gangguan pasokan akan semakin memburuk dan terus mendorong harga minyak lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Trump Dikabarkan Pilih “Cekik” Iran Lewat Blokade, Serangan Militer Ditahan

Meski telah terjadi gencatan senjata dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran, situasi di lapangan masih menemui kebuntuan.

Iran dilaporkan masih membatasi arus pelayaran melalui Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas global. Sementara AS tetap menjalankan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Dari sisi fundamental, tekanan pasokan juga diperkuat oleh penurunan stok minyak di Amerika Serikat. Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 1,79 juta barel pada pekan yang berakhir 24 April.

Selain itu, stok bensin dilaporkan merosot 8,47 juta barel, sementara persediaan distilat turun 2,60 juta barel. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya permintaan energi di tengah kondisi pasokan yang terbatas.

Baca Juga: Pasar Saham Global Terkoreksi Menanti The Fed, Risiko Iran dan AI Membayangi

Secara keseluruhan, pasar minyak global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan risiko gangguan pasokan yang berkepanjangan, yang menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga dalam jangka pendek.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×