Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melemah pada awal perdagangan Kamis (16/4/2026), seiring meningkatnya harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen ini muncul setelah laporan bahwa Iran berpotensi mengizinkan kapal melintas di sekitar Selat Hormuz, sehingga menekan kekhawatiran gangguan pasokan global.
Melansir Reuters, harga minyak acuan Brent crude turun 44 sen atau 0,5% ke level US$ 94,49 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melemah 70 sen atau 0,8% ke US$ 90,59 per barel.
Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Kamis (16/4) Pagi, Harapan Damai Iran Angkat Sentimen Pasar
Kedua benchmark tersebut sebelumnya ditutup relatif stabil pada perdagangan Rabu (15/6/2026).
Gedung Putih menyampaikan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran, namun juga memperingatkan akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika tetap bersikap keras.
Sumber yang mengetahui pembicaraan menyebutkan, Iran dapat mempertimbangkan membuka jalur pelayaran di sisi Oman Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan untuk mencegah eskalasi konflik baru.
Analis Fujitomi Securities Toshitaka Tazawa menilai, pasar masih berhati-hati meski ada harapan deeskalasi.
“Meski ada optimisme, banyak investor tetap skeptis karena pembicaraan AS-Iran kerap gagal meski sempat menunjukkan kemajuan,” ujarnya.
Baca Juga: S&P Turunkan Peringkat ASX Usai Temuan Kegagalan Tata Kelola
Ia menambahkan, selama kesepakatan damai belum tercapai dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya, harga WTI diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran US$ 80 hingga US$ 100 per barel.
Konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran telah memicu gangguan terbesar dalam pasokan minyak dan gas global, terutama akibat terhambatnya lalu lintas di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Pejabat AS dan Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan kelanjutan perundingan di Pakistan pada akhir pekan ini, setelah pembicaraan sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan.
Kepala militer Pakistan bahkan telah tiba di Teheran untuk membantu meredakan ketegangan.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga menerapkan blokade terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, yang menurut militer AS telah menghentikan aktivitas perdagangan laut negara tersebut.
Baca Juga: Bisnis Suku Bunga Goldman Sachs Tertekan Volatilitas Perang Iran
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, Washington tidak akan memperpanjang kebijakan pengecualian (waiver) yang sebelumnya memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi.
Dari sisi fundamental, data U.S. Energy Information Administration menunjukkan stok minyak mentah AS turun 913.000 barel menjadi 463,8 juta barel pada pekan yang berakhir 10 April.
Angka ini berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 154.000 barel.













