kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.205   47,00   0,27%
  • IDX 7.642   20,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.057   4,45   0,42%
  • LQ45 759   2,16   0,29%
  • ISSI 277   0,81   0,29%
  • IDX30 405   1,74   0,43%
  • IDXHIDIV20 492   3,15   0,64%
  • IDX80 118   0,45   0,38%
  • IDXV30 140   1,04   0,75%
  • IDXQ30 130   0,57   0,44%

Harga Minyak Dunia Turun Jumat (17/4) Pagi: Brent ke US$ 98,05 dan WTI ke US$ 93,40


Jumat, 17 April 2026 / 08:24 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Jumat (17/4) Pagi: Brent ke US$ 98,05 dan WTI ke US$ 93,40
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan awal Jumat (17/4/2026), seiring meningkatnya optimisme bahwa konflik Timur Tengah berpotensi mereda melalui jalur diplomasi.

Penurunan ini terjadi setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku, serta pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyebut kemungkinan pertemuan antara AS dan Iran pada akhir pekan ini.

Melansir Reuters, harga Brent crude turun US$ 1,34 atau 1,35% menjadi US$ 98,05 per barel pada pukul 00.21 GMT. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah US$ 1,65 atau 1,74% ke level US$ 93,40 per barel.

Baca Juga: Ekspor Nonmigas Singapura Melonjak 15,3% pada Maret, Lampaui Ekspektasi

Meski terkoreksi, harga minyak masih bertahan di kisaran US$ 90 per barel setelah sebelumnya mencatat reli tajam hingga 50% pada Maret akibat ketegangan geopolitik yang berkepanjangan.

Dalam perkembangan terbaru, Trump menyebut Iran telah menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun, yang menjadi salah satu titik penting dalam negosiasi damai.

“Kita akan lihat apa yang terjadi, tetapi saya pikir kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih.

Sebelumnya, konflik berkepanjangan di kawasan telah menyebabkan penutupan Selat Hormuz selama sekitar tujuh minggu, yang menurut estimasi analis mengganggu pasokan hingga sekitar 13 juta barel per hari atau setara hampir seperlima pasokan minyak global.

Penutupan jalur strategis tersebut menjadi faktor utama lonjakan harga energi dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, harapan meredanya konflik kini mulai menekan kembali premi risiko di pasar minyak, seiring meningkatnya ekspektasi pemulihan pasokan global jika kesepakatan damai benar-benar tercapai.

Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dilanggar, Situasi Masih Rawan

Di sisi lain, negosiator AS dan Iran disebut telah menurunkan target dari kesepakatan damai komprehensif menjadi kesepakatan sementara untuk mencegah kembalinya konflik.

Meski demikian, analis menilai pasar masih akan sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dalam waktu dekat, terutama terkait jalur distribusi minyak global.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×