kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.205   47,00   0,27%
  • IDX 7.642   20,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.057   4,45   0,42%
  • LQ45 759   2,16   0,29%
  • ISSI 277   0,81   0,29%
  • IDX30 405   1,74   0,43%
  • IDXHIDIV20 492   3,15   0,64%
  • IDX80 118   0,45   0,38%
  • IDXV30 140   1,04   0,75%
  • IDXQ30 130   0,57   0,44%

Ekspor Nonmigas Singapura Melonjak 15,3% pada Maret, Lampaui Ekspektasi


Jumat, 17 April 2026 / 08:18 WIB
Ekspor Nonmigas Singapura Melonjak 15,3% pada Maret, Lampaui Ekspektasi
ILUSTRASI. Pelabuhan barang Singapura (ST File/Business Times SG/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kinerja ekspor Singapura mencatatkan lonjakan signifikan pada Maret 2026. Nilai ekspor domestik nonmigas (non-oil domestic exports/NODX) tumbuh 15,3% secara tahunan (year on year/YoY), melampaui ekspektasi pasar.

Data pemerintah yang dirilis Jumat (17/4/2026) dilansir Reuters menunjukkan, capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi median dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan pertumbuhan hanya 9,4%.

Baca Juga: Kilang Terbesar Terbakar, Australia Pastikan Tak Ada Pembatasan BBM

Kenaikan ekspor terutama ditopang oleh permintaan produk elektronik, seperti sirkuit terpadu (integrated circuits), komputer pribadi (PC), dan media penyimpanan data.

Dari sisi negara tujuan, ekspor Singapura ke Hong Kong, Taiwan, dan China mengalami peningkatan.

Sebaliknya, pengiriman ke kawasan Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), serta Indonesia tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Monetary Authority of Singapore (MAS) telah memperketat kebijakan moneter pada awal pekan ini.

Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dilanggar, Situasi Masih Rawan

MAS memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global serta kondisi keuangan yang semakin ketat berpotensi menekan permintaan ekspor pada paruh kedua tahun ini.

Dalam laporan makroekonominya, MAS juga menyoroti risiko penurunan pertumbuhan yang bisa semakin besar apabila krisis energi berlangsung lebih lama.

“Kondisi tersebut dapat memperketat likuiditas global dan memicu efek rambatan negatif, termasuk terhadap siklus industri berbasis kecerdasan buatan (AI),” tulis bank sentral.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×