kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Gedung Putih usulkan paket US$ 50 miliar untuk dorong ekonomi Palestina, asal...


Minggu, 23 Juni 2019 / 16:09 WIB
Gedung Putih usulkan paket US$ 50 miliar untuk dorong ekonomi Palestina, asal...

Sumber: CNN | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Gedung Putih mengusulkan paket sebesar US$ 50 miliar yang dirancang untuk meningkatkan ekonomi Palestina. Paket ekonomi tersebut akan diberikan bila perjanjian perdamaian Israel-Palestina berjalan sesuai rencana AS.

Dilansir dari CNN, Penasihat Senior Gedung Putih Jared Kushner akan mengajukan proposal tersebut selama konferensi dua hari di Bahrain pada minggu ini dengan sejumlah investor internasional dan pejabat pemerintah asing. Ia akan menyerukan kombinasi hibah, pinjaman berbunga rendah dan investasi swasta selama 10 tahun.


Selain Palestina, proposal tersebut juga akan ditujukan untuk sejumlah proyek di Mesir, Libanon dan Yordania. "Sudah terlalu lama rakyat Palestina terjebak dalam kerangka kerja yang tidak efisien di masa lalu. Oleh karena itu, rencana ini adalah sebuah visi tentang apa yang mungkin terjadi jika ada perdamaian di wilayah tersebut," kata Kushner dalam sebuah pernyataannya.

Gedung Putih mengharapkan proposal tersebut akan dibiayai sejumlah negara kaya di wilayah Arab dan investor swasta. Di mana program ini bertujuan untuk menciptakan satu juta pekerjaan baru di Tepi Barat dan Gaza, menggandakan PDB Palestina dan mengurangi separuh dari tingkat kemiskinan Palestina.

Meski proposal tersebut secara spesifik telah merinci rencana atas 179 proyek, namun tetap teoretis. Di mana tidak mencakup bantuan ekonomi yang dijamin untuk ekonomi Palestina yang sedang kesulitan, maupun janji bantuan keuangan dari perusahaan, pemerintah atau organisasi internasional.

Sebaliknya, para pejabat pemerintahan AS berharap proposal tersebut akan merangsang diskusi tentang kemungkinan geliat ekonomi sebagai buah dari perdamaian regional dan membangun tekanan pada warga Palestina untuk secara serius mempertimbangkan perjanjian damai dengan Israel.

Beberapa pejabat Palestina dengan cepat merespons proposal tersebut. "Kedaulatan ekonomi adalah persyaratan pertama untuk mencapai kemakmuran," tulis Husam Zomlot, kepala Misi Palestina di London dalam sebuah cuitan.

Hanan Ashrawi, seorang anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, juga menolak rencana itu, dan menyerukan berakhirnya pendudukan Israel. "Pertama-tama stop pengepungan di Gaza, hentikan pencurian Israel atas tanah, sumber daya & keuangan kami, beri kami kebebasan bergerak & kontrol atas perbatasan, wilayah udara, perairan teritorial, dll. Lalu saksikan kami membangun ekonomi makmur yang bersemangat sebagai warga yang berdaulat," cuitnya.

Proposal ekonomi Gedung Putih adalah bagian pertama dari rencana perdamaian pemerintah yang akan dirilis secara publik sejak Kushner dan Perwakilan Khusus untuk Negosiasi Internasional Jason Greenblatt mulai menyusun proposal dua setengah tahun yang lalu. 

Paket sebesar US$ 50 miliar tersebut akan terbagi menjadi US$ 13,5 miliar dalam bentuk hibah, sekitar US$ 26 miliar pada pinjaman berbunga rendah, dan sekitar US$ 11 miliar dalam investasi modal swasta.


Tag

TERBARU

[X]
×